Logo Header Antaranews Makassar

Tamsil - Das`ad Hadirkan Tokoh-Tokoh Nasional

Sabtu, 17 Agustus 2013 20:02 WIB
Image Print
"DPP PKS sedang mengomunikasikan tokoh-tokoh tersebut. InsyaAllah kampanye Tamsil-Das`ad akan bertabur tokoh nasional," lanjutnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim pemenangan pasangan Cawali - Cawawali Makassar Tamsil-Das`ad akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dalam memanfaatkan jadwal kampanye yang ditetapkan oleh KPU Makassar pada 1 - 14 September 2013.

"Kami sudah mengiventarisasi tokoh nasional yang sudah dikomunikasikan, baik yang berasal dari parpol maupun lainnya, di antaranya adalah Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum Hanura Wiranto, Hary Tanoe, Dedy Mizwar, dan beberapa tokoh nasional lainnyan," kata sekretaris tim pemenangan Tamsil-Das`ad, Mudzakkir Ali Djamil, di Makassar, Sabtu.

Sesuai dengan keputusan KPUD Kota Makassar jadwal kampanye Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar akan digelar pada tanggal 1-14 September.

"DPP PKS sedang mengomunikasikan tokoh-tokoh tersebut. InsyaAllah kampanye Tamsil-Das`ad akan bertabur tokoh nasional," lanjutnya.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Das`ad Latif mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Universitas Hasanuddin, Sabtu (17/8).

Saat diwawancarai, pasangan Tamsil Linrung ini menjelaskan tentang enam makna kemerdekaan. "Makna kemerdekaan itu ada enam. Merdeka berarti bebas dari kemiskinan, kebodohan, intimidasi, korupsi, buruknya pelayanan publik, dan ketidaknyamanan lingkungan," kata dosen ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin ini.

Menurutnya, rakyat akan terbebas dari kemiskinan dan kebodohan jika pemerintah mau serius memberikan peluang pekerjaan dan pendidikan yang berkualitas.

"Kita jangan membuat rakyat terbuai dengan bantuan-bantuan yang sifatnya sementara tapi tidak menjamin masa depan mereka. Ke depannya kita mengharapkan dengan bantuan modal usaha masyarakat bisa terbebas dari kemiskinan. Begitupun dengan masalah pendidikan. Masyarakat tidak hanya menginginkan pendidikan gratis, tapi juga pendidikan yang berkualitas," katanya.

Dia menyayangkan intimidasi dan korupsi yang masih merajalela. "Penjajah terbesar yang masih menguasai diri kita adalah hawa nafsu dan kecintaan pada harta dunia. Itulah penyebab banyaknya intimidasi dan korupsi di negara kita," tambahnya.

Das`ad menjelaskan bahwa sudah saatnya masyarakat merdeka dari buruknya pelayanan publik dan ketidaknyamanan lingkungan.

"Masyarakat membutuhkan keterbukaan dan akses informasi yang cepat. Masalah kemacetan, sampah, dan banjir juga harus segera diatasi," ujar Das`ad.

Terkait pelayanan publik, Tamsil-Das`ad menggagas program one day response, Makassar cyber net, layanan informasi online, optimalisasi peran aparatur pemerintah, dan wali/wawali mendengar. Sedangkan untuk kenyamanan lingkungan.

Tamsil-Das`ad akan menerapkan konsep pemilahan sampah sejak dini dengan sistem 3R (Reuse-Reduce-Recycle) dan merevitalisasi halte untuk mengatasi kemacetan. MM Astro



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026