
DPRD Sulbar :Â Pemerintah Harus Tingkatkan Minat Membaca

"Minat membaca mesti ditingkatkan lagi menyusul hasil kesepakatan perjuangan pembentukan Provinsi Sulbar dimana Kabupaten Majene ditetapkan menjadi pusat pelayanan pendidikan di Sulbar," kata Wakil Ketua DPRD Majene, Marzuki Nurdin saat menjadi pemat
Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Pimpinan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menegaskan pemerintah daerah harus meningkatkan minat membaca bagi masyarakat yang ada di daerahnya.
"Minat membaca mesti ditingkatkan lagi menyusul hasil kesepakatan perjuangan pembentukan Provinsi Sulbar dimana Kabupaten Majene ditetapkan menjadi pusat pelayanan pendidikan di Sulbar," kata Wakil Ketua DPRD Majene, Marzuki Nurdin saat menjadi pemateri pelatihan jurnalistik SMK sederajat di Majene, Selasa.
Menurutnya, penatapan Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan tentu menjadi kebanggaan dan juga merupakan tantangan tersendiri untuk mewujudkan Majene sebagai daerah yang unggul khususnya dalam pelayanan pendidikan.
Dalam pelatihan yang digelar Dinas Pendikan Kabupaten Majene bersama LSPA Majene itu, Marzuki tampil membawakan materi soal "Media dan peran serta dalam memajukan (kota) pendidikan".
"Menyandang status sebagai kota pendidikan, Majene harus menunjukkan ciri yang lebih unggul dalam bidang pendidikan, salah satu yang paling mendasar itu adalah meningkatnya minat baca warga terutama para pelajar. Kalau minat baca tinggi, itu akan meningkatkan juga kemampuan menulis," kata Marzuki.
Berdasarkan survei United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2011, indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 yang berarti dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi.
Sedangkan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukan, bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama dalam mendapatkan informasi.
"Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%). Ini mengacu data BPS," ungkap Marzuki.
Marzuki menyatakan dengan tingginya minat baca, maka wawasan akan bertambah, pemikiran akan jauh lebih terbuka serta berbagai dampak positif lainnya.
Ia menekankan, kewajiban membaca yang sejalan dengan aturan dalam agama, berlaku bagi semua orang, mulai dari anak anak sampai orang tua.
Ketua Penyelenggara pelatihan, Muhammad Risal menjelaskan selain materi jurnalistik secara umum, dalam pelatihan kali ini juga disiapkan sesi tersendiri yang mendorong peningkatan minat baca serta dialog dengan pimpinan DPRD.
"Sengaja kami memilih tema `Lincah Menulis, Pandai Bicara` dengan tujuan agar siswa dan kita semua lebih termotivasi untuk meningkatkan minat baca, ini sejalan dengan tujuan menciptakan nuansa pendidikan di kota Majene sebagai pusat layanan pendidikan di Sulbar," kata Rizal.
Mengenai upaya untuk mendorong peningkatan minat baca, Marzuki menjelaskan dorongan agar warga meningkatkan minat baca harus didukung fasilitas yang memadai, seperti tersedianya perpustakaan yang layak, taman bacaan masyarakat yang mudah diakses serta tersedianya sumber bacaan yang murah dan mudah didapatkan.
"Perpustakaan dan taman bacaan perlu dibuat lebih menarik dan mudah dikunjungi serta tenang kondusif, juga tersedia akses internet, dengan begitu masyarakat akan lebih tertarik berkunjung," tambah Marzuki.
Ia berjanji akan terus mendorong peningkatan pelayanan pendidikan di Majene sejalan dengan tugas - tugas DPRD antara lain pengawasan dan penganggaran. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
