
"AIM Benar" Unggul Sementara Pilkada Polman

"Hari ini masyarakat telah menyalurkan hak politiknya dari 771 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Polman," ucapnya.
Polman, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Andi Ibrahim Masdar - Muh Natsir Rahmat (AIM Benar) dinyatakan unggul sementara dalam perolehan suara versi hitung cepat (quick qount) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Polewali Mandar, Sulbar, Selasa.
Direktur Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Eka Kusmayadi dalam keterangan persnya di Polman, Selasa, menjelaskan bahwa data hitung cepat sementara yang dilakukan ini sifatnya masih sementara.
Dari delapan pasangan calon yang bertarung di pilkada, calon nomor urut 3 "AIM Benar" meraih 35,35 persen suara, jauh meninggalkan kandidat lainnya.
Diurutan kedua diduduki pasangan nomor urut 4 Nadjamuddin Ibrahim - Erfan Kamil (Naib - Ka) dengan persentase 20,29 persen, urutan ketiga direbut pasangan nomor 5 Hikman Katohindar - Nadjib Abdullah Majid (Hikman - Naam) dengan perolehan dukungan 12,62 persen, urutan kempat pasangan nomor 6 Muh Asri Anas - Chuduriah Sahabuddin (MAA - CS) dengan persentase 12,48 persen.
Kemudian, urutan kelima diduduki pasangan nomor urut 2 Mujirin - Hasan Bado dengan persentase 10,16 persen, urutan keenam diduduki pasangan nomor urut 8 Munarfa Atjo - Andi Bebas dengan persentase 5,61 persen, urutan ketujuh diduduki pasangan nomor urut 7 Andi Padli-Rahman Razak dengan persentase 1,37 persen, dan diurutkan terakhir nomor urut 1 Naharuddin Abdi Manaf dengan persentase 1,26 persen.
Eka Kusmayadi, mengatakan hasil hitung cepat tersebut masih bersifat sementara karena proses penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih berlangsung.
Diketahui, sebanyak 298.503 orang warga Polman yang tersebar di 16 kecamatan telah menyalurkan hak suaranya untuk memilih pemimpin periode 2014-2019.
"Hari ini masyarakat telah menyalurkan hak politiknya dari 771 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Polman," ucapnya. Chandra HN
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
