Logo Header Antaranews Makassar

Populasi Sapi Sulsel Terbesar Ketiga Nasional

Senin, 4 November 2013 10:31 WIB
Image Print
"Semua sapi diberi suntikan dari Dinas Peternakan dan diminta untuk tidak mengluarkan sapi itu ke luar kabupaten," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Populasi sapi Sulawesi Selatan yang mencapai 1,1 juta ekor berdasarkan hasil Sensus Petanian 2013, menempatkan daerah ini pada posisi ketiga nasional yang memiliki populasi terbanyak setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Populasi sapi ini, jumlah terus bergerak bisa bertambah dan berkurang. Namun dalam sebulan terakhir mengalami pengurangan, karena permintaan cukup besar pada hari raya Idul Adha," kata Kabid Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Akmal di Makassar, Senin.

Menurut dia, selain pemenuhan kebutuhan hari raya Kurban, juga untuk perdagangan antarpulau, populasi sapi di Sulsel dapat saja berkurang dari hasil pengumpulan data Sensus Pertanian pada Mei 2013.

Sedang mengenai adanya kasus Antraks yang menyerang sapi di Kabupaten Maros, Sulsel, ia mengatakan, hal itu sudah ditangani instansi terkait dan diharapkan tidak akan mengganggu angka produksi maupun populasi sapi di daerah ini.

Sementara itu, pemilik peternakan di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel H Baso mengatakan, sapi milik peternak yang tak jauh dari lokasi ditemukannya sapi yang terkena virus Antraks, sudah diberi suntikan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada ternak besar itu.

"Semua sapi diberi suntikan dari Dinas Peternakan dan diminta untuk tidak mengluarkan sapi itu ke luar kabupaten," katanya.

Dia mengatakan, meskipun sempat terjadi kasus Antraks pada sejumlah sapi di Kabupaten Maros, namun tidak mempengaruhi jumlah permintaan sapi potong. Hal itu mengingat karena momen hari raya Kurban bulan lalu telah mendongkrak jumlah permintaan.

Menurut dia, apabila dalam kondisi normal, biasanya sapi ternaknya hanya terjual sekitar 10 ekor per bulan, namun pada Oktober 2013 jumlah permintaan naik dua kali lipat. A Lazuardi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026