Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Kekurangan Guru SMK

Selasa, 30 Juni 2009 13:04 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas pendidikan nasional (Diknas) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebutkan, daerah ini masih kekurangan ratusan guru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

" Kendala yang dihadapi sekarang untuk memperbanyak jumlah SMK adalah tenaga pengajar. Diknas masih kekurangan tenaga pengajar yang terampil pada bidangnya," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Saleh Gottang di Makassar, Selasa.

Program pemerintah untuk memperbanyak jumlah SMK ternyat belum berbanding lurus dengan penyediaan tenaga pengajar.

Guru SMK yang memiliki keterampilan khusus ternyata masih minim, sehingga selama ini ditutupi dengan guru-guru dari sekolah umum yang ditugaskan mengajar pada sekolah kejuruan.

Menurut Gottang menyebutkan, pemerintah menargetkan perbandingan jumlah sekolah umum dengan SMK yakni 30:70 untuk sekolah kejuruan.

Padahal, kata dia, untuk meningkatkan kemampuan siswa SMK, dibutuhkan tenaga pengajar yang memiliki keahlian khusus yang berkaitan dengan bidang ilmunya baik dalam bidang administrasi maupun keterampilan terapan.

Kendala utama yang dihadapi pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel dalam upaya menambah jumlah guru SMK yang sesuai dengan jurusan siswa adalah permasalahan anggaran. Selain itu dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional di bidang kejuruan.

" Solusi yang sementara diambil adalah melatih guru-guru yang ada untuk ditingkatkan kompetensinya," ucapnya.

Gottang menyebutkan, untuk meningkatkan jumlah guru SMK yang punya daya saing, saat ini sementara dibangun Pusat Pendidikan Pelatihan Tenaga Kejuruan di Kabupaten Gowa, yang fokus pada bidang kelautan dan ditargetkan bisa beroperasi 2010.

(T.PSO-099/S016)