
Ambon Targetkan PDRB Sebesar Rp2,2 Triliun

"Aktivitas tersebut secara signifikan memberikan sumbangan terhadap sektor perhubungan terutama perhubungan udara, sektor perdagangan, hotel, restoran serta industri dan pengolahan," katanya.
Ambon (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Ambon menargetkan hasil Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Ambon dari beberapa sektor tahun 2013 sebesar Rp2,2 triliun atau naik 6,80 persen.
"PDRB Kota Ambon dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor bangunan yang diproyeksikan mencapai 21,71 persen serta sektor pertambangan dan penggalian naik 9,69 persen," kata Wakil Wali Kota Ambon M.A.S Latuconsina, ST, MT pada penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUA PPAS) di Ambon, Selasa.
Sementara itu, dilihat dari komposisi sektor penyumbang PDRB 2013 berasal dari sektor jasa sebesar 27,35 persen, diikuti perdagangan, hotel dan restoran sebesar 24,45 persen, serta sektor angkutan dan komunikasi 20,11 persen.
Ia mengatakan pada sisi pertumbuhan ekonomi tahun 2012, Kota Ambon mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 8,77 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas perekonomian saat pelaksanaan MTQ tingkat nasional ke XXIV dan Pesparawi mahasiswa tingkat nasional di kota Ambon tahun 2012.
"Aktivitas tersebut secara signifikan memberikan sumbangan terhadap sektor perhubungan terutama perhubungan udara, sektor perdagangan, hotel, restoran serta industri dan pengolahan," katanya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan mengalami perlambatan walaupun tidak signifikan, asumsi perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 disebabkan terjadinya peningkatan harga barang.
"Peningkatan harga barang terutama bahan makanan sebagai akibat meningkatnya harga BBM serta pengaruh perubahan cuaca yang sangat ekstrim dan berkepanjangan beberapa waktu lalu. Meningkatnya harag barang akan dipastikan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat karena melemahnya daya beli," katanya.
Sementara pada sisi inflasi daerah, lanjutnya, akan dilakukan pengawasan intensif terhadap mekanisme pasar serta sosialisasi terhadap harga bahan makanan oleh tim inflasi kota Ambon.
Hingga akhir September 2013 laju inflasi tahunan dapat ditekan dan mengalami inflasi negatif atau deflasi sebesar 0,92 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa walaupun terjadi kenaikan harga tetapi masih dapat dikendalikan, karena laju inflasi periode ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2011 dan 2012," ujarnya.
Sam menambahkan terjadinya deflasi disebabkan penurunan harga yang didominasi penurunan indeks kelompok pengeluaran bahan makanan yang mencapai 3,56 persen.
"Berbagai upaya yang dilakukan secara berkesinambungan dan efektif diharapkan laju inflasi Kota Ambon tahun 2013 dapat terus dikendalikan secara wajar," katanya. Farochah
Pewarta : Penina Mayaut
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
