
Korban Banjir Mateng Butuh Air Bersih

"Memasuki hari ketiga setelah bencana banjir meluluhlantahkan beberapa desa di Mateng, kondisinya kian memprihatinkan. Korban bencana saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih," kata Koordinator Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (Hippma) Mateng
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Ratusan kepala keluarga yang menjadi korban bencana banjir bandang di sejumlah desa di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, membutuhkan bantuan air bersih.
"Memasuki hari ketiga setelah bencana banjir meluluhlantahkan beberapa desa di Mateng, kondisinya kian memprihatinkan. Korban bencana saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih," kata Koordinator Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (Hippma) Mateng), Ashari Rauf di Mamuju, Kamis.
Jika ini berlarut-larut kata dia, masyarakat terancam terserang penyakit diare karena korban mengonsumsi air yang tidak layak minum.
Karena itu kata dia, pemerintah harus meningkatkan pemberian bantuan kepada korban banjir bandang yang menerjang daerahnya pada Senin (18/11), sekitar 125 kilometer arah utara dari kota Mamuju.
Ashari mengatakan, lokasi banjir yang melanda sejumlah Kecamatan di Mateng diantaranya Kecamatan Tobadak, Topoyo, dan Kecamatan Korossa.
Akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah itu, mengakibatkan empat korban tewas, dan dua orang hanyut terseret banjir, dua warga hanyut terseret banjir satu diantaranya ditemukan selamat dan satu lagi dalam pencarian petugas bencana.
Banjir di Mateng juga mengakibatkan ratusan rumah penduduk rusak diterjang banjir bandang, selain itu merusak areal perkebunan dan pertanian warga Mateng yang dikenal penghasil komoditi sawit di Sulbar.
Bencana ini juga merusak fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
