Logo Header Antaranews Makassar

Lantamal VI Tangkap Delapan Imigran Gelap

Senin, 3 Maret 2014 17:58 WIB
Image Print
"Mereka kami amankan saat berada di perairan Makassar, mereka ini dari tanah kelahirannya berlayar menuju Malaysia kemudian berusaha menyeberang ke Australia," ujar Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo di Makassar, Senin.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) berhasil menangkap delapan orang imigran gelap asal Afghanistan dan Pakistan saat berlayar di perairan Makassar.

"Mereka kami amankan saat berada di perairan Makassar, mereka ini dari tanah kelahirannya berlayar menuju Malaysia kemudian berusaha menyeberang ke Australia," ujar Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo di Makassar, Senin.

Delapan imigran yang diamankan anggota TNI AL itu masing-masing tujuh berkewarganegaraan Afganistan bernama Yama Jaghoori (21), Ghulam Rasool (27), Alidad Rahimi (25), M. Reza Sajadi(29), Ahmad Fawadi Akbari (31).

Selanjutnya, Esmatullah Nazari (24), Bismillah rezai (33) dan satu lainnya berasal dari Pakistan Syed Manzoor Hussain (28), semuanya berjenis kelamin Laki-laki, Rencana kedelapan imigran terseut akan menuju pulau Chrismas Australia untuk mencari suaka politik.

Ia mengatakan, para imigran gelap yang diamankan itu rencananya akan mencari suaka politik (Perlindungan) di negara Kanguru Australia. Para imigran berlayar dari negaranya masing-masing dan melintasi beberapa negara sebelum sampai ke Indonesia.

Perwira tinggi Lantamal itu dalam keterangan kepada sejumlah wartawan menjelaskan jika para imigran ini bisa sampai ke pulau Samalona, Makassar sebelum ditangkap TNI AL sudah berlayar dari negaranya (Afganistan).

Dari Malaysia, kemudian sampai ke Indonesia di wilayah Sukabumi yang selanjutnya menuju Makassar Sulawesi Selatan dengan menggunakan kapal laut, sebelum sampai di Pelabuhan Makassar. Mereka minta diturunkan di perairan Samalona yang kemudian dijemput perahu nelayan menuju pulau Samalona.

"Berdasarkan informasi yang kami korek keterangannya dari para imigran itu, katanya mereka berlayar dari negaranya kemudian ke Malaysia. Dari Malaysia kemudian sampai ke Sukabumi lalu melanjutkannya ke Pulau Samalona," tuturnya.

Danlantamal juga berharap agar aparat terkait mampu membongkar kasus ini dan menindak tegas agen-agen nakal yang membawa para imigran gelap sampai ke Makassar.

Usai mendata semua imigran itu, pihak Lantamal VI kemudian berkoordinasi dengan Keimigrasian Sulsel untuk selanjutnya diproses mengenai administrasinya. agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026