Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Luwu beri penghargaan kepada sekolah berprestasi

Kamis, 2 Mei 2024 14:07 WIB
Image Print
Sekda Kabupaten Luwu, Sulsel Sulaiman menyerahkan penghargaan kepada tenaga pengajar berprestasi pada peringatan Hardiknas di Lapangan Belopa, Luwu, Kamis,(2/5/2024).ANTARA/HO-Pemkab Luwu

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan memberikan penghargaan kepada sekolah berprestasi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024.

Pemkab Luwu juga memberikan penghargaan kepada tenaga pengajar dan siswa berprestasi di bidangnya masing-masing pada upacara bendera memperingati Hardiknas yang dipusatkan lapangan Andi Djemma Belopa, Luwu, Kamis.

Sejumlah sekolah yang berprestasi diberikan penghargaan sesuai kategori seperti, Pengelola Dana BOP Terbaik PAUD (TK Seatap SDN 22 Belopa, TK Panply, dan TK Harapan Pammanu), Kategori Pengelola Dana BOS terbaik tingkat SD (SDN 600 Mandar Jaya, SDN 32 Marinding dan SDN 104 Wiwitan).

Selanjutnya berdasarkan capaian rapor pendidikan tertinggi tingkat SD yakni SDN 5 Riwang, SDN 641 Palakka, SDN 352 Tobemba), Kategori Guru Penggerak dan Pengajar Praktik (24 guru penggerak dan 6 pengajar praktik angkatan 9)

Sekretaris Daerah Luwu Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar yang semakin menyadarkan tentang tantangan dan kesempatan memajukan pendidikan Indonesia.

Ia mengatakan, bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

"Pada awal perjalanan, untuk membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan," katanya dalam pidato serentak Mendikbudristek yang dibacakan Sulaiman.

Kemudian, lanjut dia, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi. Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis.

Pada saat yang sama, sambung dia, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat”, lanjutnya.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Semua berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas belum selesai.

Semua yang telah dijalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua Yang sudah diupayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang dicita-citakan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar”, tutup H. Sulaiman mengakhiri pidato seragam Mendikbudristek RI.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026