
KKP Makassar Kumpulkan Pengelola Travel Terkait Mers

"Kita tentu berharap kasus Mers tidak sampai menimbulkan kepanikan di masyarakat. Namun demikian, kita juga dengan adanya kasus ini (Mers) tentu akan lebih waspada," jelasnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kantor Kesehatan Pelabuhan I Makassar mengumpulkan perwakilan pengelola travel perjalanan ibadah haji dan umroh di Makassar, Selasa, terkait isu virus Middle East Respiratory Syndrome.
Selain perwakilan biro perjalanan, pertemuan ini juga dihadiri pihak Diskes Sulsel, Diskes Makasar, Diskes Maros, kepolisian, serta RS yang ditunjuk sebagai rujukan yakni RS Akademis, RS Faisal dan RS Wahidin Sudirohusodo.
Kepala KKP I Makassar dr Lucky Tjahjono mengatakan pertemuan ini dimaksudkan untuk meredam kepanikan yang mungkin terjadi di masyarakat. Pertemuan ini juga membahas sejumlah hal yang harus dilakukan dalam penanganan kasus Mers.
"Kita tentu berharap kasus Mers tidak sampai menimbulkan kepanikan di masyarakat. Namun demikian, kita juga dengan adanya kasus ini (Mers) tentu akan lebih waspada," jelasnya.
Dalam kesempatan itupula, pihaknya menyampaikan tentang beberapa ciri-ciri yang dialami penderita virus diantaranya gejala timbulnya akut infeksi saluran pernapasan yang berat serta disertai demam, batuk, dan sesak.
Sebagian besar pasien mengalami yang disebut pneumonia dan bahkan beberapa kasus disertai dengan gejala diare dan sebagian besar pasien memiliki penyakit komorbid penyerta.
Sementara untuk penularannya yakni menular antar-manusia secara terbatas dan tidak terdapat transmisi penularan antarmanusia secara berkelanjutan.
"Sejauh ini belum ditemukan vaksin khusus yang untuk mencegah virus corona. Namun demikian, sudah ada vaksin flu yang bertujuan untuk menghambat menjadi lebih parah," katanya.
Ketua Asosiasi Travel Umrah dan Haji Sulsel Usman Jasad menyatakan isu virus MERS belum mengganggu pemberangkatan umroh di Makassar. Pihaknya juga belum menemukan jamaah yang selesai melaksanakan umroh di Timur Tengah terkena virus yang kabarnya berasal dari hewan Unta tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan kondisi di Mekkah saat ini sudah berbeda yang mana tidak ada lagi jamaah yang melakukan kontak langsung dengan unta.
Pihak travel juga sudah memberikan penjelasan hal yang penting dilakukan jamaah agar terhindar dari virus tersebut diantaranya memakai masker, rutin mencuci tangan, hindari kontak langsung dengan hewan hingga menjaga kesehatan selama beribadah.
"Saya baru seminggu lalu dari Arab Saudi dan ternyata tidak ada masalah. Saya juga melihat masalah virus Mers di Arab Saudi memang tidak sebesar di Indonesia," ujarnya. N Juliastuti
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
