
PWI Target 8.000 Wartawan Lulus UKW

"Di zaman orde baru hanya ada 260 surat izin usaha perdagangan (SIUP) perusahaan, dan pada zaman reformasi SIUP perusahaan media tumbuh bagai jamur dimusim hujan hingga jumlahnya mencapai 1600 SIUP, namun tidak disertai tumbuhnya wartawan profesional
Mamuju (ANTARA Sulsbar) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menargetkan sebanyak 8.000 orang wartawan di Indonesia dinyatakan lulus uji kompetensi wartawan pada tahun 2015.
"Saat ini sudah tercatat sekitar 4.600 orang wartawan di seluruh Indonesia telah lulus UKW dan PWI sebagai organisasi profesi wartawan menargetkan di tahun 2015 jumlahnya bertambah menjadi 8000 orang, atau seluruh wartawan di Indonesia telah lulus UKW," kata Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Sasongko Tedjo, di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, saat membuka acara uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Sulbar, UKW di Sulbar diikuti sekitar 30 wartawan media cetak dan elektronik, acara tersebut berlansung 23-24 Mei 2014.
Acara itu dihadiri Bupati Mamuju, Drs Suhardi Duka MM, dan ketua PWI Sulbar, Andi Sanif Atjo.
Menurut dia, UKW dilaksanakan sebagai tindaklanjut piagam Palembang yang ditandatangani 18 media besar di tanah air pada tahun 2010.
Ia mengatakan, UKW juga lahir untuk menyikapi kondisi internal media di tanah air yang telah diberikan kebebasan pers pada masa reformasi lalu.
"Di zaman orde baru hanya ada 260 surat izin usaha perdagangan (SIUP) perusahaan, dan pada zaman reformasi SIUP perusahaan media tumbuh bagai jamur dimusim hujan hingga jumlahnya mencapai 1600 SIUP, namun tidak disertai tumbuhnya wartawan profesional," katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, UKW menjadi jawaban untuk menumbuhkan profesionalisme wartawan yang selama zaman kebebasan pers ini, banyak mendapat kritikan dari masyarakat, karena wartawan kerap kali melakukan pelanggaran kode etik dan kualitas beritanya yang masih kurang.
"UKW untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap media yang profesional, karena dengan itu maka media akan tumbuh dengan kesiapan modal dan manajemen yang kuat serta sumber daya wartawan yang profesional," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
