
Pemprov Pantau PSM Unhas di Korea Selatan

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memantau kondisi anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Seoul, Korea Selatan.
"Diam-diam kami juga terus memantau PSM kita di sana, selain Rektor Unhas yang juga memantau kondisi mereka," kata Gubernur Sulsel, Dr Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi di Makassar, Selasa.
Menurut Gubernur, pihaknya sejauh ini terus melakukan komunikasi intensif dengan perwakilan PSM Unhas yang ada di Korea dan belum ada informasi yang pasti kalau dugaan flu babi positif menyerang mereka.
"Komunikasi kita saat ini belum ada yang dilaporkan positif, jadi kita sebaiknya tetap tenang," imbuh Syahrul.
Walaupun diakui kecurigaan virus H1N1 (flu babi) menyerang warga kita di sana tetap harus diwaspadai.
"Tentu saja kecurigaan suspect itu tetap ada," ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sulsel tetap akan memperketat daerah-daerah rawan penyebaran flu babi di Sulsel seperti Bandar Udara Sultan Hasanuddin.
Kekhawatiran warga negara asing yang ditemukan tidak menggunakan masker saat berada di Bandara Hasanuddin diakui tidaklah terlalu berbahaya.
Sebab, penerbangan langsung Internasional di Bandara Hasanuddin sejauh ini baru maskapai penerbangan Air Esia yang melayani rute penerbangan Makassar - Kualalumpur.
"Alat scanning yang terdapat di sejumlah Bandara Internasional, saya kira sudah cukup mampu mendeteksi virus tersebut," ungkapnya.
Walaupun kekhawatiran warga negara asing membawa virus H1N1 di daerah ini, Gubernur meminta masyarakat jangan terlalu berlebihan melakukan pengetatan pencegahan penyebaran virus berbahaya tersebut.
"Kita juga tidak boleh terlalu ketat, khawatir orang akan takut masuk ke Sulsel," ujarnya.
Selain pengetatan di Bandara, Pemprov Sulsel juga telah menyiagakan RSU Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit khusus yang melayani kasus flu babi di Sulsel.
(T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
