
Distanak Sulbar Kembangkan Budidaya Jamur

"Tahun ini kita telah mencoba mengembangkan budidaya tanaman jamur. Program ini merupakan yang pertama kalinya kita gulirkan di daerah ini," kata Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Ir Audia Murphy di Mamuju,
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Barat, saat ini telah mulai mengembangkan budidaya tanaman jamur untuk mendukung peningkatan ekonomi petani di daerah itu.
"Tahun ini kita telah mencoba mengembangkan budidaya tanaman jamur. Program ini merupakan yang pertama kalinya kita gulirkan di daerah ini," kata Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Ir Audia Murphy di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, pengembangan terhadap tanaman jamur karena pasar komoditi ini cukup menjanjikan untuk mendulang ekonomi petani.
Ia mengatakan, budidaya komoditi jamur dikembangkan di daerah Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
"Jamur adalah salah satu komoditi hortikultura yang mendapat perhatian untuk dikembangkan. Tanaman itu sangat cocok dengan kondisi iklim di Mamuju maupun kabupaten lainnya. Proses budidaya itu tidaklah rumit dan hanya membutuhkan lahan seperti tanaman hortikultura lainnya," ungkap Audia.
Audia menyampaikan, beragam jenis jamur yang hidup di Indonesia, namun petani Mamuju cenderung memilih jamur tiram dan jamur merang untuk dibudidayakan, dengan alasan memiliki pasar yang bagus.
Meskipun produksi jamur secara keseluruhan masih berkembang secara fluktuatif, namun Distanak Sulbar masih menginstruksikan Distanak di kabupaten/kota untuk memberikan semangat kepada petani jamur untuk mengembangkan usahanya.
Ia mengatakan permintaan jamur di Mamuju memang belum tergolong tinggi, namun nantinya komoditi jamur itu akan dilirik pasar-pasar lokal, regional maupun nasional.
Dia menjelaskan, Sulbar masih butuh pembudidayaan jamur baru karena daerah ini merupakan tempat yang cocok karena wilayah ini memiliki banyak media alternatif yang bisa digunakan melakukan budidaya jamur seperti limbah sagu maupun lainnya.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
