Logo Header Antaranews Makassar

PT Semen Tonasa Siap Bersaing di MEA

Minggu, 2 November 2014 14:33 WIB
Image Print
"Jajaran kami siap untuk itu (Pasar Bebas ASEAN) dan kuncinya hanyalah ada pada kedisiplinan, inovatif dan memanfaatkan efisiensi," ujar Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas, di Makassar, Minggu.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Manajemen PT Semen Tonasa telah siap sejak lama untuk bersaing di tingkat Pasar Bebas Asean/Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang rencananya berlaku pada tahun 2015.

"Jajaran kami siap untuk itu (Pasar Bebas ASEAN) dan kuncinya hanyalah ada pada kedisiplinan, inovatif dan memanfaatkan efisiensi," ujar Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas, di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan PT Semen Tonasa yang merupakan salah satu perusahaan milik negara ini sudah melakukan banyak pembenahan-pembenahan demi membaiknya manajemen dan berkontribusi terhadap pemerintah serta masyarakat.

Pada usia ke 46, PT Semen Tonasa ini diharapkan masih akan terus bertumbuh dan berkembang, apalagi dengan era persaingan pasar bebas ASEAN yang tidak lama lagi akan diberlakukan, katanya.

"Kita sudah lebih dinamis dan persaingan pasar bebas, mau tidak mau, pasti datang juga. Makanya, sebelum itu diberlakukan, kita harus siap sejak dini," katanya.

Unggul membeberkan kesiapan perusahaan yang dibawahinya ini untuk menghadapi MEA. Salah satu keyakinannya karena Tonasa telah menguasai 42 persen pasar di Kawasan Timur Indonesia dan memiliki "brand image" yang melekat pada konsumennya.

Ia menyatakan siap untuk menghadapi MEA. Salah satu langkah awal dengan melakukan inovasi, baik untuk bidang produksi maupun pemasaran yang lebih baik.

Menurut dia, di usia ke 46 PT Semen Tonasa itu juga pernah merasakan kesulitan-kesulitan karena perusahaan terus mengalami kerugian dan tidak mampu mengemban ekspektasi pemerintah.

Namun seiring dengan terus berkembangnya zaman dan dunia teknologi, melalui kemampuan sumber daya manusia (SDM) serta jiwa kepemimpinan di jajaran manajemn, akhirnya perusahaan bisa kembali mencatat angka laba atau keuntungan.

"Perusahaan ini pernah mengalami kesulitan dan usianya sekarang itu 46 tahun. Keberhasilan perusahaan mencatat laba itu baru terasa beberapa tahun terakhir ini dan sebelum-sebelumnya itu selalu merugi," ucapnya. Farochah



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026