
Juri Akui Kualitas Peserta Pesparawi Maluku Menurun

"Jujur saja harus diakui bahwa kualitas para peserta Maluku pada Pesparawi tahun 2014, menurun dibanding lomba serupa tiga tahun lalu. Terutama di untuk kategori paduan suara anak," kata Ketua tim Juri lomba Pesparawi Maluku, Rudolf Hehanussa, di Amb
Ambon (ANTARA Sulsel) - Tim juri lomba banding nyanyi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) IX tingkat Provinsi Maluku mengakui kualitas dan penampilan para peserta dari 11 kabupaten-kota di provinsi tersebut menurun.
"Jujur saja harus diakui bahwa kualitas para peserta Maluku pada Pesparawi tahun 2014, menurun dibanding lomba serupa tiga tahun lalu. Terutama di untuk kategori paduan suara anak," kata Ketua tim Juri lomba Pesparawi Maluku, Rudolf Hehanussa, di Ambon, Jumat.
Khusus pada paduan suara anak, menurut Rudolf yang juga musisi dan praktisi musik berdarah Maluku tersebut, kualitasnya sangat menurun dibanding, di mana kemungkinan dikarenakan proses latihan yang tidak optimal.
"Membentuk karakter anak untuk bernyanyi menggunakan teknik vokal yang baik dan benar tidaklah mudah, terutama memadukan mimik atau ekspresi dengan lirik lagu yang dinyanyikan. Karena itu dibutuhkan pelatih yang berkualitas untuk mengajari mereka," katanya.
Sedangkan pada paduan suara dewasa wanita, laki-laki maupun campuran, Rudolf menandaskan, cukup bersaing, hanya saja perlu ditingkatkan teknik pernafasan agar menghasilkan vokal yang baik dan merdu, di samping konsonan atau cara pengucapan dan pemenggalan lirik lagu terutama pada lagu berbahasa asing.
Rudolf juga mengingatkan para pelatih yang ditunjuk untuk menangani kontingen Maluku yang akan diterjunkan pada ajang Pesparawi tingkat Nasional dijadwalkan berlangsung di Kota Ambon tahun 2015, untuk memperhatikan teknok pernafasan dan olah vokal masing-masing penyanyi sehingga dapat melakukan frasering atau menyanyikan kalimat lagu dengan utuh.
Khusus dirigen atau konduktor, Rudolf yang didampingi juri tamu Monica Hwang Hwa Sook (Republik Korea), meminta para pelatih untuk memberikan latihan atau ketrampilan khusus sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai "pengatur" ritme atau tempo serta perpaduan masing-masing jenis suara.
"Dirigen atau konduktor merupakan jantung dari sebuah tim paduan suara dan harus mampu berkomunikasi dengan seluruh anggota tim hanya menggunakan bahasa tangan, lengan atau gerak-gerik wajah untuk berkomunikasi dengan musisi atau peserta paduan suara," katanya.
Seorang dirigen, katanya, harus berwibawa, mampu memberi sugesti dan motivasi kepada anggota kelompok, memiliki pengetahuan dan menguasai bakat musik serta memiliki kemampuan imajinasi.
"Bernyanyi adalah berbicara melalui syair lagu yang memiliki notasi, melodi atau irama dan birama, di mana di dalamnya terkandung pesan, cerita atau ikrar yang harus disampaikan kepada penonton agar mengerti tujuannya," ujarnya.
Dia berharap berbagai kekurangan tersebut dapat diperbaiki guna membentuk tim atau kontingen yang handal dan berkualitas guna menghadapi Pesparawi tingkat Nasional yang akan berlangsung di Ambon tahun 2015 mendatang.
"Sejumlah koreksi ini saya sampaikan untuk diperhatikan dan dibenahi oleh para pelatih masing-masing kategori, karena tahun depan kami akan datang ke Ambon sebagai menjadi juri lomba Pesparawi tingkat Nasional, sehingga Maluku sebagai tuan rumah dapat tampil maksimal dalam ajang tersebut," katanya.
Lomba banding nyanyi lagu gerejawi yang berakhir pada Kamis (13/11) malam tersebut menempatkan Kota Ambon sebagai juara umum dengan meraih lima gelar juara dari 10 kategori yang dilombakan yakni pada kategori Solo anak 9-12 tahun, solo remaja putra, paduan suara laki-laki, wanita dan paduan suara remaja.
Selain itu juara II pada empat kategori yakni solo anak usia 7-8 tahun, solo remaja putri, vokal grup, serta paduan suara dewasa campuran dan juara ketiga pada paduan suara anak.
Kontingen Malteng berada di posisi kedua dengan menggondol tiga gelar juara pertama masing-masing untuk kategori paduan suara dewasa campuran yang merupakan nomor paling bergengsi, paduan suara anak dan solo remaja putri.
Malteng yang pada lomba yang sama tahun 2011 meraih juara umum juga memperoleh empat gelar juara II di kategori paduan suara laki-laki, wanita, paduan suara remaja dan solo anak usia 9-12 tahun, serta juara III pada solo anak usia 7-8 tahun. M. Yusuf
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
