Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Gowa gandeng Baznas berantas kemiskinan ekstrem

Rabu, 23 Juli 2025 17:39 WIB
Image Print
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat penandatanganan kerja sama dengan Baznas Gowa dalam hal pengumpulan zakat infaq dan shadaqah dari para ASN dan pegawai BUMD Gowa, Rabu (23/7/2025). (ANTARA/HO-Pemkab Gowa)

Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang di Gowa, Rabu, mengatakan pelibatan Baznas dan pengukuhan Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (Lacak) bagian dari upaya bersama menuntaskan kemiskinan ekstrem di daerah itu.

"Hari ini kita kukuhkan Tim Lacak dan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Baznas Kabupaten Gowa. Ini sebagai tindak lanjut dari Program 100 Hari Kerja kita," ujarnya.

Sitti Husniah Talenrang mengatakan pihaknya melalui Tim Lacak akan turun langsung melihat masyarakat yang masih miskin ekstrem untuk diintervensi oleh pemerintah maupun melalui Baznas.

Ia menyebut dalam mengatasi kemiskinan, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, salah satunya Baznas.

"Ini bentuk kerja sama kita bersama Baznas, dimana ASN dan pegawai BUMD akan menyisihkan 2,5 persen dari penghasilannya untuk zakat pendapatan melalui Baznas, dari hasil tersebut akan menyalurkan kepada masyarakat Gowa yang tergolong miskin ekstrem,” katanya.

Adapun besaran zakat pendapatan atau infak sedekah ASN, yakni golongan I Rp25 ribu, golongan II Rp50 ribu, golongan III Rp75 ribu dan golongan IV Rp100 ribu.

“Nantinya, hasil zakat ini akan menyasar di bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan dan usaha ekonomi produktif yang tentunya diberikan kepada masyarakat kita yang tergolong miskin ekstrem dan belum terkover oleh pemerintah. Nanti kita kover melalui Baznas agar jalan beriringan,” terangnya.

Ia menyatakan adanya Tim Lacak dan Baznas ini, diharapkan semakin banyak masyarakat miskin ekstrem Kabupaten Gowa yang akan diintervensi, sehingga bisa segera memutus atau mengentaskan dengan cepat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa Sujjadan mengatakan Tim Lacak yang terdiri atas Lacak Centre dan Lacak Kecamatan terlebih dahulu akan membentuk relawan melalui sahabat lacak di seluruh desa/kelurahan. Dimana nantinya tim tersebut yang secara aktif melakukan pelacakan di wilayah masing-masing.

“Saat ini kita sudah ada Lacak Centre tujuh orang, ditambah Lacak Kecamatan 18 orang, mereka akan memfasilitasi dan mengkoordinasi proses pendataan sahabat lacak di tingkat desa/kelurahan," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026