
Kajati Sulsel Ikut Joget Bersama Polwan

"Saya belum setahun menjabat di Sulsel sebagai Kajati dan tidak tahu bagaimana demo anti korupsi tahun lalu. Yang pasti, polwan yang berjoget menghalau pengunjuk rasa ini saya rasa sangat efektif," ujar Suhardi usai berjoget bersama polwan di Kantor
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Suhardi ikut berjoget bersama seratusan polisi wanita (Polwan) saat pengunjuk rasa memadati halaman kantor Kejati.
"Saya belum setahun menjabat di Sulsel sebagai Kajati dan tidak tahu bagaimana demo anti korupsi tahun lalu. Yang pasti, polwan yang berjoget menghalau pengunjuk rasa ini saya rasa sangat efektif," ujar Suhardi usai berjoget bersama polwan di Kantor Kejati Sulsel, Selasa.
Ia mengatakan, joget bersama yang diperagakan oleh para polwan-polwan adalah salah satu upaya agar aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi (HAK) di Makassar berjalan aman dan lancar.
Suhardi mengaku jika aspirasi dan tuntutan para mahasiswa mengenai masih banyaknya kasus-kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh kejaksaan itu akan dituntaskannya.
"Kami tetap menerima aspirasi itu dan proses penanganan akan dituntaskan. Kita semua punya komitmen yang sama yakni pemberantasan korupsi dan itu harus dimulai dari diri sendiri," jelasnya saat menerima pengunjuk rasa.
Sementara Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar Rahman Morra yang ikut mendampingi Kajati Suhardi menerima pengunjuk rasa memberikan apresiasi kepada para polisi khususnya polwan yang ikut menenangkan amarah pendemo.
"Ini upaya yang brilian karena kita semua saksikan bersama bagaimana amarah para pendemo mereda dan beberapa mahasiswa yang berorasi menghentikan orasinya sambil melihat para polwan berjoget," katanya.
Perwira Pengendali di lapangaan AKBP Suswati memimpin para polwan tersebut menari dan berjoget dengan diiringi musik dangdut serta musik lainnya.
"Kami akan menghibur adik-adik pendemo agar bisa tertib dan kita pasti memediasi adik-adik untuk bertemu dengan Pak Kajati yang penting itu tadi, tertib," jelasnya dihadapan ratusan mahasiswa.
Meskipun hujan mengguyur Kota Makassar para polwan itu tetap saja menghibur para pendemo di pelataran kantor Kejati Sulsel yang luasnya sekitar seratusan meter persegi.
Peringatan Hari Anti Korupsi di Makassar mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian sebanyak 3.184 orang personel serta aparat TNI Kodam VII/Wirabuana.
Meskipun hujan mengguyur Kota Makassar para polwan itu tetap saja menghibur para pendemo di pelataran kantor Kejati Sulsel yang luasnya sekitar seratusan meter persegi.
Peringatan Hari Anti Korupsi di Makassar mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian sebanyak 3.184 orang personel serta aparat TNI Kodam VII/Wirabuana.
Beberapa isu korupsi yang disuarakan para pengunjuk rasa yakni penuntasan sejumlah kasus-kasus yang banyak melibatkan pejabat hingga kepala daerah.
Salah satu yang menjadi fokus pengunjuk rasa adalah dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang merugikan keuangan Rp8,8 miliar yang melibatkan banyak legislator DPRD Sulsel. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
