Logo Header Antaranews Makassar

Ikut mancing seorang bocah ditemukan tewas di sungai Bone

Selasa, 30 September 2025 05:26 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad korban Aditya Reifki (11) ke dalam kantong jenazah usai ditemukan tim setelah dinyatakan tenggelam di Sungai Bulu Takke, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (29/9/2025). (ANTARA/HO-Basarnas Makassar/Darwin Fatir)

Makassar (ANTARA) - Seorang bocah bernama Aditya Reifki (11) yang tenggelam saat ikut mancing bersama rekannya akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan di Sungai Bulu Takke, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam keadaan tidak bernyawa.

"Korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya (ditemukan) berjarak kurang lebih lima meter dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basaras) Makassar Muhammad Arif Anwar melalui keterangannya diterima, Senin.

Usai jenazah ditemukan Tim SAR Gabungan di tengah sungai tersebut, jasadnya dimasukkan dalam kantong jenazah selanjutnya dievakuasi ke darat dan langsung dibawa ke rumah duka.

Sebelumnya, pencarian dilakukan warga setempat setelah mengetahui kabar korban tenggelam, namun hingga memasuki petang korban belum ditemukan. Selanjutnya, keluarga melaporkan ke Basarnas pada malam itu untuk dilakukan tindakan lanjutan.

Atas informasi tersebut, Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menerjunkan tim Rescue Pos SAR Bone dengan peralatan pertolongan di air untuk melakukan pencarian dibantu sejumlah Potensi SAR di wilayah sekitarnya.

Tim SAR Gabungan tiba dilokasi kejadian pada Senin (29/9) dini hari dan langsung melaksanakan Operasi SAR dengan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun belum membuahkan hasil.

"Hasil pencarian itu masih nihil, dikarenakan kondisi gelap dan kekurangan penerangan, maka tim melanjutkan pencarian pagi hari sampai akhirnya korban ditemukan," katanya menambahkan.

Dalam Operasi SAR tersebut, tim penyelamat menggunakan peralatan pertolongan di air bersama unsur-unsur yang terlibat antara lain Basarnas, BPBD, TNI-Polri, organisasi potensi SAR dan masyarakat setempat. Usai penemuan jasad korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026