Makassar (ANTARA) - Wakil Wali Kota Makassar selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengajak seluruh pihak untuk menguatkan komitmen melalui berbagai inovasi percepatan penurunan angka tengkes di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Salah satu langkah yang dimaksud adalah optimalisasi program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
“Melalui gerakan ini kita dorong semua pihak menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting,” ujar Aliyah pada rapat koordinasi pelaksanaan pencegahan dan penurunan stunting tingkat Kota Makassar, Senin.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar.
Dia tidak lupa mengingatkan seluruh jajaran agar forum TPPS tidak menjadi sekadar acara seremonial.
“Jangan biarkan TPPS menjadi forum formalitas, lakukan pemantauan dan cari solusi bersama. Untuk itu kita juga membutuhkan jawaban yang nyata dibarengi dengan kerja-kerja nyata,” ujarnya.
Kepala DPPKB Kota Makassar Irwan Bangsawan menyampaikan hasil program percepatan pencegahan stunting (tengkes) hingga tindak lanjut aksi bersama dengan mewujudkan sinergi, integrasi, dan kolaborasi antar-stakeholder.
Ia memaparkan beberapa program berjalan, di antaranya pendampingan keluarga oleh tim gabungan kader KB, PKK, dan tenaga kesehatan di setiap kelurahan.
"Tim tersebut aktif melakukan kunjungan untuk memberikan konseling, edukasi kesehatan ibu hamil, balita, serta pola asuh keluarga," kata dia.
Selain itu, dijelaskan pula terdapat program verifikasi lapangan untuk memastikan data keluarga berisiko stunting sesuai kondisi di lapangan, sehingga intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
Program lain adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengedepankan gotong royong masyarakat dalam mendukung gizi, kesehatan, dan edukasi sejak 1.000 hari pertama kehidupan.
Salah satu capaian yang dibahas ialah keberhasilan Kelurahan Banta-Bantaeng menurunkan angka stunting hingga 50 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai contoh nyata kerja sama berbagai pihak dalam menekan angka stunting di Kota Makassar.
Kepala Bappeda Kota Makassar Dahyal memaparkan realisasi anggaran program stunting tahun 2024 yang mencapai Rp126 miliar, dengan realisasi Rp120 miliar.
Anggaran tersebut menjadi dasar penguatan komitmen berbagai pihak untuk mendukung percepatan penanganan stunting di Makassar.

Wawali Makassar mengajak semua pihak komitmen turunkan angka stunting

Jajaran Pemkot Makassar pada rapat koordinasi pelaksanaan pencegahan dan penurunan stunting tingkat Kota Makassar di Makassar, Senin (29/09/2025). ANTARA/Sity Asrianti)
