Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Sulbar perkuat peran tenaga kesehatan lingkungan jamin keamanan SPPG

Rabu, 22 Oktober 2025 16:48 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan memperkuat peran tenaga kesehatan lingkungan untuk memastikan dan menjamin keamanan dan kelayakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian penting dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Peran tenaga kesehatan lingkungan dan UKS di sekolah adalah ujung tombak dalam memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan bergizi," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Nursyamsi Rahim, di Mamuju Rabu.

Penguatan peran tenaga kesehatan lingkungan kara Nursyamsi, untuk memastikan higiene sanitasi, keamanan pangan dan kelayakan fasilitas pengolahan makanan di setiap SPPG berjalan sesuai standar.

"Penguatan kapasitas tenaga kesehatan lingkungan di puskesmas agar pengawasan dan pembinaan dilakukan secara konsisten dan sesuai standar," jelasnya.

Nursyamsi menyampaikan bahwa peran lintas program dan lintas sektor, juga sangat diharapkan untuk mendukung pemantauan, pembinaan serta pengawasan secara berkesinambungan.

Hal itu tambahnya, sudah tertuang dalam Keputusan Gubernur Sulbar Nomor 531 Tahun 2025 tentang Kelompok Kerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Setiap unit menjadi bagian vital dalam menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik di seluruh wilayah Sulbar," ujarnya.

Langkah pengawasan itu juga kata dia, merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pencegahan kasus kejadian luar biasa (KLB) pada program MBG, yang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya.

"Melalui langkah strategis ini, kami berharap seluruh SPPG di daerah dapat mencapai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta menjadi model penyelenggaraan pangan aman, sehat dan bergizi bagi peserta didik di seluruh kabupaten di Sulbar," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga Oktober 2025, tercatat 86 unit SPPG tersebar di enam kabupaten, dengan 69 unit SPPG telah beroperasi aktif.

Sebaran pengawasan SPPG di enam kabupaten di Sulbar, yakni di Kabupaten Polewali Mandar terdapat 25 SPPG yang dibina oleh 12 puskesmas dan di Kabupaten Pasangkayu terdapat lima SPPG dibina oleh tujuh puskesmas.

Kemudian, di Kabupaten Mamuju terdapat 19 SPPG aktif dibina oleh 23 puskesmas dan di Kabupaten Mamuju Tengah dengan 10 SPPG dibina oleh 11 puskesmas.

Serta, di Kabupaten Mamasa terdapat tiga SPPG telah beroperasi dan tujuh SPPG di Kabupaten Majene tujuh SPPG yang aktif dan dibina oleh 11 puskesmas.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026