Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur dorong peningkatan produksi gabah petani di Sulbar

Minggu, 26 Oktober 2025 09:15 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (tiga dari kiri) dan Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud (kanan) pada rapat turun sawah dalam rangka musim tanam rendengan tahun 2025/2026 di areal Bendungan Lakejo, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (14/10). (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengemukakan peningkatan produksi gabah di wilayahnya juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri.

"Saya mendorong agar produksi gabah petani di Sulbar terus meningkat, seiring dengan membaiknya sistem irigasi dan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian," kata Suhardi Duka di Kabupaten Polewali Mandar, Minggu.

Namun, Gubernur menegaskan bahwa peningkatan produksi harus diimbangi dengan pengendalian harga agar tidak menimbulkan ketimpangan ekonomi.

"Kalau hulunya sudah bagus, kita bawa ke hilir, yaitu harga di pasar. Harga beras tidak boleh terlalu tinggi dan tidak boleh terlalu rendah," terang Suhardi Duka.

Jika harga beras terlalu rendah, lanjutnya, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk menciptakan keadilan ekonomi.

"Jadi, jika harga beras rendah, pemerintah yang membeli di bawah HPP, tapi kalau terlalu tinggi, dilakukan operasi pasar agar stabil," jelas Suhardi Duka.

Harga beras yang terlalu tinggi, kata Suhardi Duka, hanya akan menguntungkan petani sementara masyarakat kesulitan membeli dan sebaliknya, harga yang terlalu rendah dapat merugikan petani.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan kemampuan daya beli masyarakat.

"Kalau gabah Rp8.000 per kilogram, berarti harga beras bisa Rp16.000 di pasar. Tentu masyarakat tidak mampu. Karena itu pemerintah menetapkan harga sekitar Rp13.500 agar petani tetap untung dan masyarakat tetap bisa membeli," jelasnya.

Sementara, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud menyampaikan bahwa sistem irigasi Lakejo menjadi tulang punggung produksi pertanian di wilayah Tapango Kabupaten Polewali Mandar.

Irigasi tersebut kata Samsul Mahmud, mengairi sekitar 1.250 hektare sawah dan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen petani.

"Masyarakat kami di Tapango sangat bergantung pada irigasi ini. Kalau dulu hasil panen hanya lima sampai enam ton per hektare, sekarang sudah meningkat menjadi delapan sampai sembilan ton per hektare," kata Samsul Mahmud.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026