Logo Header Antaranews Makassar

ASN Sulbar yang mudik agar kembali tepat waktu

Rabu, 18 Maret 2026 20:59 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (tengah) saat memantau langsung arus mudik lebaran di Terminal Simbuang Mamuju. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mudik Lebaran untuk kembali tepat waktu setelah melakukan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

"Saya mengingatkan ASN yang melakukan mudik agar kembali tepat waktu. Pelanggaran terhadap aturan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," ucapnya di Mamuju, Rabu, saat pemantauan langsung arus mudik di Terminal Simbuang Mamuju.

Pada kegiatan tersebut, Suhardi Duka didampingi Sekretaris Daerah Junda Maulana, Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Terminal, dan pejabat vertikal lainnya.

Selama pemantauan, Gubernur meninjau kesiapan sejumlah pos pengamanan dan pos kesehatan yang telah disiagakan di dalam kompleks terminal.

Ia juga sempat berdialog langsung dengan para penumpang di atas bus untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan mereka.

"Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik lebaran tahun ini," kata Suhardi Duka.

Gubernur memastikan kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan dan penumpang dapat terangkut dengan baik.

Ia juga memastikan seluruh petugas berada di lokasi dan menjalankan tugas dengan baik, mulai dari pemeriksaan kelayakan kendaraan, pengawasan kepatuhan lalu lintas, hingga kesiapan tenaga kesehatan.

Dukungan logistik bagi petugas, lanjutnya, juga menjadi perhatian agar mereka tetap prima selama bertugas.

"Semua petugas lengkap, ada yang cek kendaraan dan ada tenaga kesehatan. Yang penting juga mereka harus cukup konsumsi, supaya bisa bertahan dan bekerja dengan baik,” katanya.

Gubernur juga mengimbau para penumpang agar tetap tertib saat naik ke dalam bus dan tidak berdesak-desakan. “Penumpang tidak perlu berdesakan. Naiklah secara teratur karena semua sudah diatur oleh petugas. Bus tidak akan meninggalkan penumpangnya,” ujar Suhardi Duka.

Ia juga mengingatkan agar penumpang memastikan tujuan dan bus yang akan dinaiki agar tidak terjadi kesalahan.

Selain itu Suhardi Duka memastikan harga tiket masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

"Kami mengecek langsung harga tiket sekitar Rp280 ribu per orang dan untuk bus sleeper di atas Rp300 ribu. Jadi tidak ada kenaikan tarif bus," ucapnya.

Sementara Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulbar Ahmad Rezy Setiawan mengatakan puncak arus mudik terjadi pada Selasa (17/3) dengan jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 1.300 orang dengan total 66 unit bus.

“Kalau hari biasa hanya sekitar 40 bus dengan 800 penumpang. Puncak arus mudik berlangsung kemarin (Selasa malam) dengan 1.300 penumpang yang diangkut 66 bus tujuan Makassar, Sulawesi Selatan. Malam ini jumlah penumpang berangsur berkurang," jelas Rezy.

Ia juga memastikan seluruh armada yang beroperasi telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan aman. "Semua bus sudah kami cek dan dinyatakan layak jalan. Secara keseluruhan aman," kata Rezy.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026