Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berkomitmen melindungi pesantren dan santri saat menghadiri Silaturahim Munajat Santri dan Ulama Pesantren (Sitarupa) 2025 se-Indonesia Timur yang digelar di Makassar, Selasa.
"Kami tidak ingin pesantren hanya dijadikan objek ketika ada persoalan. Pemerintah harus hadir melindungi santri, para pengajar, dan lembaga pesantren," ujarnya menegaskan.
Acara religius yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Santri 2025 itu menjadi momentum bersejarah karena digelar perdana dan menghadirkan santri, kiai, dan pimpinan pondok pesantren dari 11 provinsi di kawasan Indonesia Timur di Kota Makassar dalam satu majelis besar.
Di hadapan ribuan santri dan ulama, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen kuat mendukung kemajuan pesantren.
Salah satunya melalui penyiapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Pengelolaan Pesantren yang kini sudah dibahas bersama DPRD lewat pandangan umum fraksi, ditargetkan bisa disahkan pada 2026 mendatang.
"Komitmen kami terhadap perkembangan pesantren dan pendidikan Islam sudah kami jalankan. Tahun ini kami telah mengajukan Rancangan Perda Sistem Pengelolaan Pesantren," lanjutanya.
Perda tersebut dinilai sangat penting untuk memberikan payung hukum bagi keberlangsungan pesantren, termasuk tata kelola kelembagaan, penguatan kurikulum keagamaan, dan perlindungan santri.
Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga penjaga nilai moral masyarakat dan perekat persatuan bangsa. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mencegah perpecahan bangsa dan menjaga persatuan umat.
"Kami berharap doa mustajab dari para ulama senantiasa menyertai perjalanan kami dalam membangun kota ini," kata dia.
Mengusung semangat persatuan umat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama seribu santri, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarulama pesantren.
Serta membuka ruang kolaborasi melalui Pesantren Business Forum sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi mengucapkan selamat datang kepada para kiai, ulama, dan santri dari berbagai daerah yang hadir di Kota Makassar. Ia menyebut kehadiran mereka menjadi rahmat bagi kota ini.
Baginya, pembangunan Kota Makassar tidak akan berhasil tanpa doa para ulama dan peran kalangan pesantren.
Selain itu, Appi juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kota Makassar.
Menurutnya, Kota Makassar harus menjadi kota yang taat pada agama, sekaligus tetap hidup dalam keberagaman.

Wali Kota Makassar komitmen melindungi pesantren dan santri di Sitarupa 2025

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (tengah) bersama para alim ulama pada Silaturahim Munajat Santri dan Ulama Pesantren (Sitarupa) 2025 se-Indonesia Timur yang digelar di Makassar, Selasa (28/10/2025). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
