
Pra-PON Tinju Dimulai dari Wilayah Barat

"Kemudian untuk wilayah tengah (NTT) direncanakan pada minggu pertama Oktober...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia menetapkan jadwal babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional akan dimulai dari wilayah barat.
Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetisi PP Pertina John Amanupunyo saat dihubungi dari Makassar, Rabu, mengatakan untuk wilayah barat yang akan menjadi tuan rumah yakni Bangka Belitung pada 9 September 2015.
"Kemudian untuk wilayah tengah (NTT) direncanakan pada minggu pertama Oktober. Pelaksanaan pra-PON wilayah timur yakni Maluku akan kita laksanakan pada minggu ketiga Oktober 2015," jelasnya.
Untuk pra-PON 2015, kata dia, memang baru bisa dilaksanakan seusai ajang SEA Games Singapura 2015. Ini juga sesuai petunjuk KONI agar cabang olahraga yang berlaga di SEA Games baru bisa menggelar pra-PON setelah pelaksanaan ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu juga berharap seluruh pengprov bisa mempersiapkan atletnya sehingga bisa lolos dan berlaga di PON Jabar 2015.
"Kami tegaskan tidak ada permainan dalam sistem penilaian di pra-PON. Kami juga menjamin wasit hakim yang akan memimpin pertandingan memiliki integritas," katanya.
Sekretaris Jenderal PP Pertina Martinez Dos Santos, sebelumnya menyatakan meski sudah disepakati dalam Mukernas Pertina 2014 namun keputusan itu masih memungkinkan berubah jika setiap daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah per wilayah ternyata tidak memenuhi segala aspek yang dipersyaratkan.
Syarat untuk bisa melaksanakan atau menjadi tuan rumah, kata dia, yakni mendapatkan rekomendasi atau dukungan penuh dari gubernur, DPRD dan KONI setempat.
Selain surat rekomendasi dari gubernur, DPRD dan KONI setempat, daerah yang mengusulkan menjadi tuan rumah juga harus menyetorkan anggaran atau uang jamiman sebagai bukti keseriusan daerah tersebut untuk menjadi penyelenggara.
Dari tiga daerah tersebut, dua diantaranya yakni Maluku dan NTT telah menyetorkan surat rekomendasi Gubernur daerah tersebut ke PP Pertina sejak awal. Sementara untuk Bangka Belitung yang rencananya menjadikan Porwil sebagai ajang pra-PON juga siap menjadi penyelenggara.
"Jika tiga daerah itu pada perkembangannya tidak mampu memenuhi persyaratan maka kami akan mengambil alih," ujarnya. N Yuliastuti
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
