
Tekan kasus rabies, Balai Karantina perketat pengawasan di Sulsel

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan secara konsisten memperketat pengawasan lalu lintas (lalin) atau keluar-masuk hewan untuk menekan kasus rabies di provinsi tersebut.
Kepala Balai Karantina Sulsel Chadidjah mengemukakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pencegahan melalui vaksinasi sekaligus sebagai wadah edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi rabies.
"Hingga saat ini, kita sudah melakukan vaksinasi rabies kepada 60 ribu hewan peliharaan pada anjing dan kucing, menggandeng pihak Universitas Hasanuddin," ujarnya di Makassar, Rabu.
Berdasarkan data yang ada, kematian akibat rabies di Sulawesi Selatan terbilang cukup tinggi, bahkan di 2023 tercatat tujuh orang harus meninggal dunia karena terkena rabies.
"Jika baru muncul gejala, bisa dicegah. Tetapi jika telah parah maka 99,9 persen akibatnya meninggal," kata Drh Indra Dewa selaku Ketua Tim Kerja Bidang KH Balai Karantina Sulsel menambahkan.
Selanjutnya, vaksinasi rabies juga akan kembali digelar sebagai upaya pencegahan kasus rabies di masyarakat.
Belum lama ini, Balai Karantina juga berhasil mengamankan empat anjing pitbul tanpa dokumen yang diselundupkan melalui jalur laut. Dokumen karantina merupakan syarat wajib dalam setiap pengiriman hewan.
Selain kasus rabies, pengawasan terhadap hewan ternak juga menjadi perhatian utama Balai Karantina Sulsel, guna mencegah terjadinya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan, terlebih Sulsel masih menjadi kawasan zona kuning terhadap penyebaran PMK.
Maka dari itu, Gubernur Sulsel telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan masuknya hewan ternak dari zona merah seperti Sumatera, Kalimantan dan Pulau Jawa.
Upaya ini dianggap penting, kata Indra, agar roda ekonomi tetap berputar yang berdampak pada kesejahteraan para peternak. Pasalnya, Sulawesi Selatan menjadi daerah pemasok ternak mencapai 9000 ekor ke Kalimantan setiap tahunnya.
"Ini yang kita jaga. Jika wabah itu terjadi maka itu akan berdampak pada daya jual para peternak. Sementara kita berharap peternak kita bisa makmur dan perekonomiannya terus meningkat," urainya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
