Makassar (ANTARA) - Balai Besar Veteriner (BBV) Maros menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Semester II Tahun 2025 sebagai upaya menguatkan layanan kesehatan hewan (keswan) di lapangan.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan laboratorium kesehatan hewan, pengujian penyakit hewan, serta dukungan terhadap sektor peternakan dan kesehatan masyarakat veteriner di Indonesia Timur," kata Kepala BBV Maros H Agustia disela kegiatan tersebut di Makassar, Kamis.
Kegiatan itu, menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha peternakan, organisasi profesi, hingga komunitas peternak.
Forum ini menjadi ruang dialog untuk menyampaikan masukan terkait mutu layanan, kecepatan respons, hingga efektivitas sistem pengawasan penyakit hewan yang selama ini dijalankan BBV Maros.
Kepala BBV Maros H Agustia menegaskan bahwa konsultasi publik ini merupakan mekanisme penting untuk memastikan pelayanan berbasis bukti ilmiah tetap relevan terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, masukan dari para pengguna layanan sangat menentukan arah peningkatan kualitas laboratorium, termasuk dalam surveilans penyakit hewan strategis dan penanganan wabah.
Pada pertemuan Semester II ini, sejumlah isu strategis dibahas, antara lain peningkatan kapasitas uji laboratorium berbasis teknologi terkini, penguatan jejaring deteksi cepat penyakit zoonosis, optimalisasi layanan diagnostik, serta penyempurnaan standar operasional layanan publik.
Proses konsultasi juga menilai tingkat kepuasan pengguna layanan terhadap kinerja BBV Maros selama enam bulan terakhir.
Perwakilan pemerintah daerah dan pelaku usaha memberikan apresiasi terhadap layanan uji laboratorium dan respons teknis BBV Maros, namun tetap mendorong adanya akselerasi digitalisasi layanan, transparansi waktu penyelesaian uji sampel, serta peningkatan kegiatan sosialisasi terkait pencegahan penyakit hewan yang berdampak ekonomi.
Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi dan komitmen bersama yang akan menjadi dasar penyusunan rencana peningkatan layanan Semester I Tahun 2026.
"BBV Maros berkomitmen untuk terus memperkuat peran laboratorium veteriner sebagai garda terdepan dalam pengendalian penyakit hewan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur," ujar Agustia.
Dengan terlaksananya FKP Semester II Tahun 2025 ini, BBV Maros berharap sinergi dengan berbagai pihak semakin kuat, sehingga kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan hewan dapat semakin transparan, akuntabel, dan profesional.
Pada kesempatan tersebut hadir Andi Ibrahim dari Ombudsman Sulsel yang membahas pentingnya layanan publik dijalankan sesuai prosedur untuk menghindari pungli.
Sementara dua pemateri lainnya dari BBV Maros yakni Kepala Bagian Umum BBV Maros Dini Mamansari membahas tentang standar pelayanan publik, dan Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Pelayanan Veteriner Muflihanah yang membahas alur registrasi spesimen dan survei kepuasan masyarakat.


