
BP3MI Sulsel memfasilitasi pelatihan barista bagi calon PMI ke luar negeri

Makassar (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memfasilitasi puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan menjadi barista atau peracik kopi profesional, sebagai bekal mereka memperoleh pekerjaan di luar negeri.
"Kenapa kami pilih barista, karena banyaknya permintaan dari luar negeri. Ini tercermin juga dari perusahaan di luar negeri banyak sekali job order (permintaan pekerja) barista," ujar Kepala BP3MI Sulsel Dharma Saputra saat pembukaan pelatihan di Kantor Balai Diklat Industri (BDI), Makassar, Kamis.
Menurut dia, pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara BP3MI Sulsel bersama BDI, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta perusahaan penyalur tenaga kerja, demi meningkatkan kualitas dan pemenuhan kompetensi para calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri.
Selain itu pelatihan tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kompetensi para pekerja migran yang akan bekerja ke luar negeri, serta mendapat dukungan penuh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.
"Tentu kami ingin masyarakat Sulawesi Selatan yang bekerja ke luar negeri itu mempunyai kompetensi. Sementara kualitas atau tingkat level barista yang ada di sini belum memenuhi aspek mumpuni bekerja ke luar negeri," paparnya.
Ia menekankan BP3MI bertugas sebagai pengawasan, sekaligus pendampingan bagi PMI. Bagi calon PMI, kata dia, asalkan terdaftar secara legal dan memiliki dokumen resmi, maka ketika bekerja di luar negeri akan aman terlindungi oleh pemerintah. Pihaknya juga membuka ruang bagi siapa saja ingin bekerja di luar negeri.
Terkait dengan puluhan peserta yang ikut pelatihan barista tersebut apakah semuanya lolos seleksi, kata dia, nanti dilihat perkembangan siapa saja peserta yang serius mengikuti pelatihan, itu yang dikirim bekerja di luar negeri.
"Kami tidak ingin memaksakan. Kami, pemerintah tugasnya adalah membuka peluang dan mengajak mereka untuk bekerja secara prosedural, secara resmi. Dan kita mengawasi, mendampingi supaya mereka sampai ke negara tujuan dengan selamat," tuturnya.
Kepala BDI Makassar Euis Ratnasari pada kesempatan itu melaporkan pelatihan keterampilan hospitality barista atas kerja sama KP2MI dimulai 30 Oktober-22 November 2025. Tujuannya, membekali calon PMI keterampilan teknis dan non-teknis sesuai standar industri global.
Harapannya, kata dia, para peserta mampu meningkatkan daya saing serta memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan dalam dunia kerja internasional. Untuk materi pelatihan nantinya diajarkan terkait kompetensi standar dan materi sifatnya soft skill atau kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama.
"Peserta yang mengikuti pelatihan ini, total jam pembelajaran sekitar 240 jam pelajaran. Peserta pelatihan peningkatan kapasitas kerja bagi pekerja migran ini sebanyak 40 orang," katanya.
Para pesertanya berasal dari Kota Makassar, Parepare, Palopo, Kabupaten Maros, Gowa, Takalar, Pinrang, Enrekang, Bulukumba, Sinjai, Barru dan Ternate. Dan untuk tim tenaga pengajar keterampilan hospitality barista dari Instruktur BDI Makassar serta praktisi pengelolaan kopi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Banyak job order barista, BP3MI fasilitasi pelatihan PMI jadi barista
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
