Logo Header Antaranews Makassar

Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Rp14 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2015 22:07 WIB
Image Print
"Rapat koordinasi dengan semua pihak telah dilakukan untuk membahas masalah pembayaran pembebasan lahan middle ring road...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar akan membayarkan pembebasan lahan jalan lingkar (middle ring road) untuk tahap awal yakni sekitar Rp14 miliar dari total Rp35 miliar nilai lahan yang akan dibebaskan.

"Rapat koordinasi dengan semua pihak telah dilakukan untuk membahas masalah pembayaran pembebasan lahan middle ring road ini dan kita juga ingin secepatnya megaproyek ini dikerjakan," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Sabtu.

Ia mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek middle ring road atau proyek jalan lingkar tengah akan segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Apalagi setelah APBD 2015 telah ditetapkan oleh DPRD Makassar dan mengalokasikannya sekitar Rp27 miliar dimana anggaran pembebasan sebelumnya hanya sekitar Rp8 miliar.

Dengan total anggaran Rp35 miliar yang ada saat ini, diharapkan pembebasan lahan bisa dirampungkan tahun ini dan proses pelaksanaannya juga sudah bisa dimulai.

Dalam pengerjaan jalan lingkar tengah terdiri dari tembusan Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Leimena (1,114 km), Jalan Leimena-Borong Raya (1,878 km), dan Jalan Borong Raya-Sultan Alauddin.

Pembebasan lahan middle ring road ini merupakan lanjutan dari Jalan Perintis Kemerdekaan depan STMIK Dipanegera, ke Jalan Dr Leimena, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.

Artinya, lahan yang akan dibebaskan untuk proyek tersebut sudah sampai di wilayah kelurahan Tello Baru. Di daerah ini, ada sekitar 60-an pemilik tanah. Namun yang akan dibayarkan nanti hanya sebagian kecil karena keterbatasan anggaran.

Sebagai langkah awal akan difokuskan pada pembebasan lahan di area Jalan Dr Leimena dengan luas area 1,2 hektare yang total anggarannya itu sekitar Rp14 miliar.

"Perhari ini dilakukan prosesnya, camat, lurah, bagian pertanahan, maupun bagian keuangan telah siap dan telah terkonsolidasi. Secepatnya, pembayaran akan dilakukan," katanya.

Selain itu, Wali Kota Makassar ini pun, menekankan agar semua yang terkait dapat bekerja sama dan berkonsentrasi untuk menangani hal tersebut.

"Semua mantan-mantan SKPD yang pernah menangani hal ini, baik dari pemerintahan, PU yang masih bekerja di pemerintahan maupun yang telah pensiun diharapkan dapat bekerja sama untuk kelancaran," tambahnya.

Akses jalan ini diharapkan menjadi penghubung alternatif untuk mengurangi kemacetan kendaraan di jalur poros utama dari timur ke barat. Pembangunan jalur lingkar tengah ini juga akan dibarengi dengan pembuatan jalur alternatif di kawasan waduk tunggu Bitoa. Jalur itu untuk menghindari kemacetan di wilayah Kelurahan Antang dan Kecamatan Manggala. FC Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026