Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menekankan peran strategis Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam menggerakkan perekonomian daerah dan nasional.
"Tanpa kehadiran pengusaha muda yang sukses, masa depan Sulbar bisa terhambat. Jadi, saya optimistis bahwa masa depan daerah berada di tangan generasi muda yang berani berusaha dan berinovasi," kata Suhardi Duka, di Mamuju, Jumat.
Itu disampaikan Gubernur pada rapat kerja daerah (rakerda) serta pendidikan dan pelatihan dasar (diklatda) yang digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sulbar di Ballroom Andi Depu lantai III Kantor Gubernur Sulbar.
Kegiatan itu, mengangkat tema 'Kolaborasi Pengusaha Muda Sebagai Pilar Strategis dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045'.
Gubernur menegaskan bahwa Sulbar memiliki sumber daya alam yang besar sehingga tinggal menunggu keseriusan generasi muda dalam mengelola.
Ia juga memastikan, hubungan HIPMI dan Pemprov Sulbar akan terus berjalan baik untuk mendukung lahirnya pengusaha-pengusaha muda unggul di masa depan.
"Tentu kita berharap pengusaha-pengusaha muda ini tumbuh, kemudian Gen Z mengambil peran dalam perputaran ekonomi di Sulbar," ujar Suhardi Duka.
Ia menjelaskan, inti dari seorang pengusaha adalah kemampuan untuk menjual, baik barang maupun jasa.
Produk bisa berupa apa saja selama memiliki nilai kompetitif dan diciptakan melalui kreativitas.
"Esensi dari seorang pengusaha adalah jualan. Pengusaha menjual barang, kalau tidak ada barang, yang dijual adalah jasa, yang penting jangan jual diri. Jadi, pengusaha itu menciptakan produk baru untuk dijual," terangnya.
Suhardi Duka turut mendorong peserta HIPMI untuk berani menangkap peluang yang ada di Sulbar, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan dalam berusaha.
"Kalau rugi, bangun lagi. Tidak ada orang yang langsung kaya kecuali dilahirkan oleh orang kaya. Tidak ada orang yang langsung sukses, semua melalui perjuangan," katanya.
Ia mencontohkan, banyak konglomerat yang memulai dari usaha kecil seperti menjual roti atau berjualan keliling sebelum akhirnya mencapai kesuksesan besar.
Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
"Kalau gagal satu kali, perjuangkan lagi. Gagal lagi, perjuangkan lagi. Tidak akan ada orang yang selama hidupnya gagal. Pasti dia gagal satu, dua, tiga kali tapi keempat kalinya sukses," jelasnya..
Suhardi Duka juga menyoroti perubahan besar di dunia usaha berkat digitalisasi.
Jika dulu pengusaha kata dia, harus berkeliling untuk menawarkan produk, kini pemasaran dapat dilakukan dari mana saja.
"Apalagi Gen Z ini memahami dan mudah beradaptasi dengan digitalisasi, sehingga semakin mudah menjual produk," katanya.
Pengusaha yang sukses menurut Gubernur, akan lebih mudah memasuki berbagai bidang, termasuk dunia seni maupun politik.
"Ada dua orang yang hebat. Yang pertama kaya, yang kedua punya jabatan. Kalau tidak bisa dapat dua-duanya, minimal salah satunya," ujar Suhardi Duka.

