Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Target 6,4 Juta Ton GKG 2015

Selasa, 13 Januari 2015 10:53 WIB
Image Print
Kadis Pertanian Sulsel H Lutfi Halide (kiri) dan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar (kanan) menandatangani MoU untuk meningkatkan produksi padi pada Rakor Ketahanan Pangan di Makassar, Selasa (13/1) ANTARA FOTO/Suriani Mappong
"Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan Sulsel, ditargetkan menaikkan produksi 1 juta ton GKG," kata Lutfi ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel H Lutfi Halide mengatakan, pihaknya menargetkan produksi 6,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik 1 juta ton dibanding produksi sebelumnya.

"Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan Sulsel, ditargetkan menaikkan produksi 1 juta ton GKG," kata Lutfi pada Rapat Koordinasi Program Ketahanan Pangan Kodam VII/Wirabuana bersama Pemprov Sulsel di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, berdasarkan data BPS Sulsel diketahui produksi padi Sulsel pada akhir 2014 sekitar 5,4 juta ton GKG. Karena itu, pada 2015 akan dinaikkan menjadi 6,4 juta ton.

Menurut dia, ke depan jajaran TNI dan dinas pertanian "bertempur" di tingkat desa ke depan mempersiapkan data di tingkat desa, berapa IPnya sehingga dapat dioptimalkan produksinya.

Berkaitan dengan hal tersebut, para kadis pertanian kabupaten/kota dan Danrem untuk pertemuan dan menandatangani nota kesepahaman (MoU).

"Semoga kerja sama ini, dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan produksi pertanian di Sulsel," katanya.

Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh program Kementerian Pertanian yang diimplementasikan di tingkat kabupaten/kota.

Dia mengatakan, setiap Korem akan menurunkan 10 orang personil untuk memberikan pendampingan kepada petani bersama-sama dengan penyuluh pdari dinas pertanian, termasuk melakukan pendataan di lapangan.

"Kami memiliki sekitar 5.000 personil dan sebanyak 2.000 personil telah dilatih untuk terjun mendukung sektor pertanian," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026