
Program BKKBN Belum Optimal di Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pelaksanaan program keluarga berencana selama semester awal tahun 2009 belum mampu mencapai target pelaksanaan program.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel Ilham Djafar di Makassar, Rabu, mengungkapkan, keterbatasan tenaga penyuluh KB di kabupaten/kota di Sulsel diakui masih menjadi sosialisasi program tersebut.
"Program KB tidak optimal karena jumlah penyuluh yang tersedia hanya mencapai sekitar 6000 lebih dari 10 ribu orang penyuluh yang tersedia pada tahun 2008 lalu," ungkapnya.
Data BKKBN Sulsel menyebutkan, semester I/2009, jumlah peserta KB yang tercatat hanya sebanyak 125 ribu pasangan atau 43 persen. Meskipun pencapaian semester awal 2009 meningkat 7,85 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, program ini diakui masih belum optimal.
Rendahnya kinerja keikutsertaan masyarakat untuk menjadi peserta KB juga dipengaruhi minimnya peranan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong pelaksanaan program itu.
Dalam waktu dekat ini, Pemprov akan mengintensifkan keterlibatan TNI/POLRI dan PKK untuk mendukung kegiatan bakti sosial pada seluruh kabupaten/kota yang potensial.
"TNI/POLRI akan dilibatkan setelah itu digandeng lagi PKK Sulsel. Keterlibatan lembaga-lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan keikutertaan KB," pintnya.
Dia menambahkan, ada 15 kabupaten yang capaian kinerja peserta KB dibawah 50 persen diantaranya Enrekang, Selayar, Soppeng, Palopo, Bantaeng, dan Bulukumba. Sementara, ada sembilan yang rata-rata pesertanya diatas 50 persen diantaranya Wajo, Gowa, dan Jeneponto.
Sekedar diketahui, kontrak kinerja 2009 berdasarkan Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) target peserta KB baru sebanyak 286 ribu peserta.
(T.PK-HK/Z004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
