Logo Header Antaranews Makassar

Bocah di Makassar tewas tenggelam di Kanal Paccerakang

Rabu, 21 Januari 2026 20:45 WIB
Image Print
Tim Gabungan dan BPBD saat mengevakuasi korban tenggelam di kanal Paccerakkang Makassar, Rabu (21/01/2026). (ANTARA/HO-Dok.BPBD Makassar)

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Tim Gabungan berhasil mengevakuasi anak tenggelam di gorong-gorong di Jalan Nuraksa, Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Rabu.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia bernama Jaiz Mahdiang (10), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Nuraksa 2, Kelurahan Paccerakang.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Proses pencarian dilakukan secara cepat melalui sinergi BPBD, Damkarmat, TNI, Polri, serta dukungan masyarakat setempat hingga korban berhasil ditemukan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Fadli Tahir di Makassar, Rabu.

Peristiwa terjadi pada sekitar pukul 15.30 WITA saat korban bermain bersama teman sebayanya di sekitar gorong-gorong sambil menunggu orang tua pulang. Diduga korban terjatuh ke dalam lubang gorong-gorong dan terseret arus air yang cukup deras.

Setelah menerima laporan, BPBD Kota Makassar bersama Damkarmat, TNI, Polri, dan masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian di area gorong-gorong dan aliran kanal.

Melalui kerja sama tim gabungan, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi oleh tim gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka dan tidak dilakukan penanganan medis lanjutan.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan mendung, dengan arus air yang deras, sementara akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pencarian, tidak terdapat kendala berarti di lapangan.

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan menghindari aktivitas di sekitar kanal, gorong-gorong, serta saluran air saat cuaca tidak menentu.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya di saluran air dan gorong-gorong, terutama bagi anak-anak, demi mencegah kejadian serupa," kata Fadli.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026