Logo Header Antaranews Makassar

Keluarga ojol korban pengeroyokan di Makassar mulai bangkit

Jumat, 23 Januari 2026 16:33 WIB
Image Print
Keluarga Rusdiamsyah atau Dandi yang menjalankan usaha GrabKios dari santunan Grab Indonesia di Gowa, Sulsel. (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)

Makassar (ANTARA) - Keluarga mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab di Makassar yang meninggal beberapa waktu lalu bernama Rusdamdiansyah (Dandi) kini mulai bangkit berkat bantuan perusahaan ia bekerja.

Almarhum Dandi merupakan seorang mitra pengemudi Grab yang menjadi korban pengeroyokan salah sasaran di Kota Makassar dari aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan pada akhir Agustus 2025 lalu.

"Kami bersyukur karena GrabKios ini bisa membantu keuangan keluarga, ada usaha yang bisa kami kembangkan untuk ke depannya," kata ibu Almarhum Dandi bernama Saerah di Gowa, Kamis (22/1).

Di balik etalase kaca yang tertata rapi, Saerah yang kini berusia 53 tahun menyambut setiap pelanggan dengan senyum hangat.

Warga silih berganti datang, sekadar membeli pulsa, mengisi token listrik, hingga melakukan top up dompet digital. Gerai GrabKios itu kini menjadi denyut ekonomi baru bagi sebuah keluarga yang sempat terpuruk oleh duka.

Sehari-hari, Saerah hidup bersama anak yang kini menjadi semata wayang bernama Putri beserta menantunya Reza, setelah ditinggal mendiang anak sulungnya, Dandi.

Adik almarhum Dandi, bersama suaminya Reza tampak ikut membantu melayani transaksi, mengoperasikan mesin pencetak struk yang terus berbunyi nyaring.

Lebih dari bagian penopang ekonomi, kios ini juga memberikan ruang bagi keluarga almarhum Dandi agar tidak terpuruk dalam kemelut duka yang menghantui setiap hari, khususnya bagi sang ibu.

Diakui Saerah, kesibukannya menjaga kios baru itu cukup memalingkan perhatiannya dari duka kehilangan Dandi. Kendati pun semua bantuan yang diterima tidak mampu menggantikan sosok sang anak yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga.

Janji Grab

Kios ini bukan sekadar tempat usaha. Ia adalah wujud dari janji yang ditepati. Setelah kepergian Dandi, Grab Indonesia tak berhenti hanya pada pemberian santunan duka.

Perusahaan menghadirkan solusi ekonomi berkelanjutan agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki pijakan untuk melanjutkan hidup.

Pada Desember 2025, akhirnya GrabKios terwujud di rumah mungil keluarga Dandi, sebagai wujud janji dari Group CEO & Co-Founder Grab Anthony Tan, yang disampaikan langsung saat hadir ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa ke rumah duka pada September 2025 lalu.

Seiring waktu, kios yang dikelola Saerah dan Reza menjelma menjadi pusat layanan digital bagi warga Perumahan Grand Sulawesi, Gowa dan sekitarnya.

Beragam kebutuhan transaksi kini dapat dipenuhi tanpa harus keluar kawasan.

“Yang paling sering dicari itu top up dompet digital,” kata Saerah sambil memperlihatkan aplikasi GrabKios di ponsel operasionalnya.

Selain pengisian saldo dompet digital, kios tersebut juga melayani pembelian pulsa, paket data internet, serta pembayaran token listrik prabayar.

Tak hanya layanan digital, etalase yang disediakan juga diisi berbagai produk fisik, yang semuanya disediakan oleh Grab. Mulai dari kartu perdana berbagai operator, voucher kuota internet, hingga aksesori ponsel seperti kabel data, charger, dan headset. Kelengkapan inilah yang perlahan membangun kemandirian ekonomi keluarga almarhum Dandi.

Ipar almarhum Dandi yakni Reza mengungkapkan, operasional GrabKios sepenuhnya ditopang oleh fasilitas dan teknologi yang disediakan Grab. Keluarga hanya perlu fokus menjalankan usaha.

“Kami tinggal jalanin. Semuanya sudah disiapkan, mulai dari ponsel operasional untuk transaksi, printer bluetooth, etalase, sampai modal saldo awal lebih dari Rp6 juta. Saldo itu ada di aplikasi GrabKios, untuk melayani top up,” jelas Reza.

Namun bagi Reza, nilai terbesar justru terletak pada sistem pendampingan yang berkelanjutan. Setiap pekan, petugas GrabKios rutin datang mengecek stok, memperkenalkan fitur baru, hingga membantu strategi pemasaran.

“Grab tidak lepas tangan. Mereka terus memantau," katanya.

Keluarga Rusdiamsyah atau Dandi yang menjalankan usaha GrabKios dari santunan Grab Indonesia di Gowa, Sulsel. (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)



Ruang bangkit

Bagi Saerah, kesibukan di kios menjadi ruang untuk bangkit dari kehilangan. Omset usaha yang kini mencapai sekitar Rp2 juta per bulan sangat berarti untuk menopang kebutuhan keluarga setelah kepergian Dandi sebagai penopang ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, sangat membantu ekonomi keluarga. Saya juga jadi punya aktivitas, jadi tidak terus-terusan larut dalam kesedihan,” ucap Saerah.

Dia mengaku bersyukur dengan bantuan Grab yang diakui sangat peduli terhadap keberlangsungan hidup dan perekonomian keluarganya. Saerah juga menganggap kepedulian ini buah dari kebaikan sang anak yang selalu dikenangnya.




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026