Logo Header Antaranews Makassar

Fotografer orang lari di CPI Makassar, penghasilan tergantung cuaca

Jumat, 23 Januari 2026 21:35 WIB
Image Print
Sejumlah fotografer (kiri) di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Kota Makassar, sedang menunggu momen para pelari untuk melintas agar bisa difoto. (ANTARA/Nur Apriyanti Dewi)

Makassar (ANTARA) - Kawasan CPI (Center Point of Indonesia) di Kota Makassar kini tak hanya menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi para fotografer. Sejak pertengahan tahun 2025, sejumlah fotografer terlihat aktif mengabadikan momen para pelari yang berolahraga di area tersebut.

Salah satu fotografer bernama Said mengaku mulai mengambil foto di CPI sejak sekitar bulan Juli 2025. Ia menjelaskan bahwa aktivitas pemotretan di kawasan CPI telah memiliki aturan dari pihak pengelola dan fotografer yang ingin memotret di area tersebut seharusnya melapor atau mengurus izin terlebih dahulu.

Hasil foto para pelari kemudian dijual melalui sebuah aplikasi bernama Fotoyu. Setelah selesai memotret, fotografer akan mengunggah foto-foto ke aplikasi tersebut, sehingga para pelari bisa melihat, memilih, dan membeli foto mereka sendiri secara langsung.

Untuk harga, satu frame foto dibanderol sekitar Rp30.000.

Namun, penghasilan sebagai fotografer di CPI tidak selalu stabil. Menurutnya, untung dan rugi sangat tergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca cerah, jumlah pelari biasanya banyak dan peluang foto terjual pun meningkat. Sebaliknya, jika cuaca kurang baik, jumlah pelari menurun dan penghasilan pun ikut berkurang.

"Kalau cuaca bagus, otomatis banyak yang lari. Tapi kalau cuaca tidak bagus, kadang yang datang sedikit, jadi foto yang terjual juga lebih sedikit, " ujarnya saat ditemui, ANTARA, Jumat.

Sementara itu, Ijrin salah satu petugas keamanan CPI menjelaskan bahwa para fotografer biasanya mulai berdatangan sejak sekitar pukul 14.00 Wita, bersamaan dengan kedatangan para pelari.

Menurutnya, keberadaan fotografer ini juga membantu perekonomian mereka karena bisa mendapatkan penghasilan dari hasil foto.

Terkait perizinan, Ijrin menegaskan bahwa sudah ada aturan dari pihak pengelola kawasan. Setiap fotografer yang ingin melakukan aktivitas pemotretan di CPI wajib melapor atau mengurus surat izin ke kantor pengelola.

"Kalau ada fotografer baru, seharusnya menyurat dulu ke kantor," ujarnya.

Dengan adanya aktivitas ini, CPI tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga menjadi tempat bagi para fotografer untuk mencari penghasilan tambahan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Dengan hadirnya belasan fotografer itu, para pelari yang kebanyakan perempuan sengaja datang ke area CPI menggunakan pakaian olahraga yang modis dan berdandan agar kelihatan bagus saat difoto.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026