
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Makassar perkuat sinergi dengan mubaligh

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan memperkuat sinergisitas dengan para mubaligh dalam mendukung program pemerintah serta menjadi penyejuk di tengah tantangan zaman khususnya jelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang menutup rangkaian Pembinaan Mubaligh Kota Makassar Tahun 2026 di Makassar, Selasa, menekankan bahwa peran mubaligh sangat strategis dalam mendukung pembangunan Kota Makassar, khususnya pembangunan manusia dan karakter masyarakat.
“Pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi pembangunan manusia, akhlak, toleransi, dan kesadaran sosial. Di sinilah peran muballigh menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Aliyah Mustika Ilham menegaskan, Makassar yang unggul tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, etika, serta sumber daya manusianya.
Sementara Makassar yang inklusif adalah kota yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, aman dari konflik sosial, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.
Ketua BKMT Kota Makassar itu juga mengajak para muballigh untuk terus mengembangkan dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan solutif.
“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegasnya.
Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan media sosial, Aliyah Mustika Ilham menilai muballigh, terutama generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas, wawasan, serta metode dakwah agar pesan keislaman tetap relevan dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat.
Ia juga mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan muballigh dalam berbagai program pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Jika muballigh dan pemerintah berjalan bersama, maka pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham turut mengusulkan pemberian apresiasi kepada muballigh terbaik serta mendorong peningkatan partisipasi muballigh perempuan.
Ia juga mengajak para muballigh untuk lebih aktif menyentuh persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk isu-isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan dakwah yang empatik dan membumi.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa peran utama muballigh adalah menjadi penyejuk, pemersatu, dan penyampai doa bagi para pemimpin dan masyarakat.
“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 dan menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadhan.
“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan membawa manfaat bagi umat serta Kota Makassar,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan total peserta mencapai 600 orang.
“Kegiatan pembinaan muballigh ini dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan jumlah peserta sekitar 150 orang setiap kegiatan, sehingga total mencapai 600 Mubaligh dan Mubalighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini kami rancang sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
