Logo Header Antaranews Makassar

Kementerian Pendidikan Visitasi ke Kampus Unsulbar

Jumat, 13 Februari 2015 22:39 WIB
Image Print
"Setelah menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) Unsulbar maka pada Juni 2015 mendatang...

Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Jajaran Kementerian Pendidikan melakukan visitasi ke kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sebagai bentuk kesiapan kampus menghadapi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMTN) di daerah itu.

"Setelah menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) Unsulbar maka pada Juni 2015 mendatang, Unsulbar akan mengikuti penerimaan mahasiswa baru secara nasional melalui jalur SBMPTN. Sedangkan untuk jalur SNMPTN, tahun ini Unsulbar masih magang kemitraan dengan Unhas Makassar," kata Rektor Unsulbar, Dr.Akhsan Djalaluddin di Majene, Jumat.

Seseuai regulasi penerimaan mahasiswa baru, terdapat Tiga jalur masuk perguran tinggi negeri tahun ini masing -masing SNMPTN, SBMPTN dan seleksi Mandiri.

Terkait dengan persiapan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru lewat jalur SBMPTN itu, maka Kementerian Pendidikan melalui Pokja SBMPTN, mengunjungi kampus Unsulbar sekaligus meninjau sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Majene yang rencananya akan ditempati ujian SBMPTN 2015.

Tim Pokja SBMPTN Kementerian Pendidikan yang bertandang ke kampus Unsulbat masing-masing Ahmad Solichin dan T.M Iqbalsyah dan wakil rektor I Unhas Makassar Prof. Junaedi Mahmud.

Salah satu fokus persiapan SBMPTN yang dicek tim Pokja Kementerian Pendidikan itu adalah lokasi ujian yang harus aman dan steril sehingga peserta merasa nyaman dalam menjalani tahap seleksi.

Tim Pokja SBMTN, Ahmad Solichin menyampaikan, SBMPTN yang akan digelar Unsulbar adalah kegiatan terintegrasi secara nasional, sehingga segala sesuatunya harus dipersiapkan secara matang.

Tim Pokja SBMPTN bersama jajaran pimpinan Unsulbar memulai kunjungan dengan berdialog dengan bupati Majene Kalma Katta yang dihadiri rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, wakil rektor Muhammad Saad, wakil rektor Anwar Sulili dan kepala biro Akademik Latif Dolla.

Saat berdialog dengan bupati Kalma Katta, Pokja SBMPTN menyatakan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal adalah rencana ruangan ujian, tim pengawas serta alur distibusi dan pengamanan naskah soal ujian.

"Estimasi kalau pendaftar SBMPTN Unsulbar tahun ini sekitar 3000 orang calon mahasiswa, maka setidanya kita butuh 150 ruangan kelas karena standarnya setiap ruangan maksimal 20 orang peserta ujian," kata Achmad.

Pada dialog itu, Bupati Kalma Katta yang didampingi Asisten I Rizal Muchtar menyatakan pemerintah kabupaten Majene siap menyukseskan pelaksanaan SBMPTN termasuk penyediaan ruangan kelas di sejumlah sekolah.

"Pemerintah kabupaten Majene siap mendukung suksesnya SBMPTN termasuk membantu menyiapkan ruangan kelas sebagai lokasi ujian," kata Kalma.

Setelah berdialog dengan bupati Majene, tim Pokja SBMPTN bersama jajaran pimpinan Unsulbar melakukan kunjungan ke SMK 2 Majene yang direncanakan menjadi salah satu lokasi ujian SBMPTN.

Menurut T.M Iqbalsyah pelaksanaan SBMPTN dijadwalkan 8 -9 Juni 2015 yang dilaksanakan secara serentak di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia.

Setelah meninjau ke SMK 2, tim Pokja kementerian selanjutnya melakukan monitoring ke kampus Unsulbar, tim Pokja SBMPTN melakukan dialog sekaligus memberi arahan ke civitas akademika Unsulbar mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan menyukseskan penerimaan mahasiswa baru tersebut.

"Ruangan penyimpanan naskah soal ujian harus tersedia secara terpisah, itu harus steril, naskah nantinya itu dijaga 24 jam." Kata wakil rektor Unhas Junaedi Mahmud.

Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin mengatakan kendati saat ini Unsulbar masih memiliki keterbatasan dari segi infrastruktur, namun pihaknya optimis Unsulbar dapat melaksanakan SBMPTN dengan sukses.

Ia menjelaskan, untuk ruangan ujian sudah teratasi dengan dukungan pemerintah kabupaten Majene, sementara mengengai teknis pelaksanaan ujian nantinya, Rektor Akhsan mengatakan jajaran pimpinan Unsulbar sudah berpengalaman karena sebelumnya sudah lama mengabdi di Unhas, UNM dan Universitas Tadulako.

"Insya Allah Unsulbar siap melaksanakan SBMPTN, pembenahan akan terus kami lakukan sesuai arahan pokja SBMPTN, apalagi ini sudah ada komitmen dukungan dari pemerintah kabupaten Majene," ungkap Akhsan.

Mengenai penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, Rektor Akhsan menyatakan tahun ini Unsulbar masih magang kemitraan dengan Unhas Makassar. Sesuai regulasi penerimaan mahasiswa baru, jalur masuk perguran tinggi negeri itu ada tiga yakni SNMPTN, SBMPTN dan seleksi Mandiri. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026