
Gunung Merapi luncurkan dua awan panas

Yogyakarta (ANTARA) - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 1,6 kilometer ke arah barat daya pada Senin dini hari.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso menyebutkan awan panas guguran tersebut meluncur ke arah barat daya atau Kali Krasak berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
"Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter," ujar Agus dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin.
Awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo 18-33 mm dengan durasi 175,24-188,35 detik.
Selain itu selama periode pengamatan yang sama Gunung Merapi juga mengalami 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-41 mm dan durasi 57,8-182,25 detik serta 14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-30 mm dan durasi 26,98-49,61 detik.
BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava sebanyak 20 kali ke arah barat daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 km serta 13 kali guguran lava ke arah barat daya atau Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum yang sama.
Secara visual, kata dia, gunung terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah.
Cuaca di sekitar gunung berawan hingga cerah dengan suhu udara berkisar 17,2-19,2 derajat Celsius.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
