Logo Header Antaranews Makassar

Penumpang Sriwijaya protes barang tertinggal di Bandara Hasanuddin

Senin, 6 April 2026 10:47 WIB
Image Print
Pesawat Sriwijaya saat parkir di Bandara. (ANTARA/Hisar Sitanggang)

Makassar (ANTARA) - Puluhan penumpang maskapai penerbangan Pesawat Sriwijaya Air memprotes barang-barang milik mereka yang dimasukkan dalam daftar bagasi tertinggal di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, diduga tidak diangkut setelah tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate, usai vidoenya viral di media sosial.

"Kami sudah menunggu hampir delapan jam di bandara (Ternate). Bahkan kami harus terpaksa menginap di sini sampai bagasi kami tiba. Karena, setelah ditanyakan, barang kami baru tiba besok," papar Adi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu.

Ia menyebutkan ada puluhan penumpang yang barangnya di masukkan dalam bagasi ikut tertinggal di Bandara Hasanuddin. Diduga adanya kelalaian pihak maskapai Sriwijaya Air SJ 698 rute Makassar–Ternate, tidak memasukkan barang mereka ke bagasi pesawat.

Selain itu, keterlambatan keberangkatan pesawat juga turut diprotes. Awalnya, jadwal keberangkatan sekitar pukul 03.30 WITA kemudian diundur hingga pukul 05.00 WITA dengan alasan klasik kendala operasional di Makassar.

Pesawat akhirnya baru berangkat satu jam kemudian dan akhirnya lepas landas lalu mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate sekitar pukul 08.00 WIT.

Sesaat tiba dan menunggu mengambil barang di pengambilan barang bagasi Bandara Ternate, hanya sebagian barang dan koper penumpang. Belakangan diketahui, sebagian lainnya diduga tertinggal di Bandara Hasanuddin.

Kekesalan penumpang memuncak setelah pihak maskapai tidak memberikan kapan kepastian barang-barang penumpang diterima. Ironsinya, para penumpang harus menunggu delapan jam mendapatkan barangnya, tanpa ada pertanggungjawaban pihak maskapai.

Para penumpang menyebut pelayanan maskapai Sriwijaya Airlines tidak profesional bahkan lemah, disebabkan di sisi interalnya saja saling lempar tanggungjawab atas insiden tersebut.

Sejumlah penumpang yang menunggu barangnya di Bandara Sultan Babullah Ternate, diketahui merupakan warga Halmahera. Mereka terpaksa menginap di bandara setempat menunggu barangnya tiba.

Alasanya, rata-rata penumpang ini akan melanjutkan perjalanan menempuh jalur laut untuk menyeberang ke kampung halamannya di Halmahera. Selain itu, tidak informasi apa pertanggungjawaban maupun kompensasi diterima penumpang dari maskapai atas kesalahan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, manajemen Sriwijaya Airlines Nanda Paramitha menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan penumpang terkait insiden tersebut dan membenarkan sebagian barang penumpang masih tertinggal dan akan dikirim pada Senin (6/4/2026) pagi.

"Mohon maaf sebelumnya. Setelah saya konfirmasi dengan tim terkait, memang benar ada barang yang tidak terangkut atau tertinggal. Barang tersebut akan dikirim besok melalui penerbangan rute Makassar-Ternate," katanya.

Terkait dengan barang bawaan penumpang yang masih tertinggal apakah ada kompensasi maupun mengirimkan ke rumah masing-masing penumpang, kata dia, penumpang dapat menanyakan langsung ke pihak pimpinan Manajemen Sriwijaya Airlines di Ternate.

"Mungkin bisa ditanyakan team Sriwijaya di Ternate, apakah bagasinya akan dikirimkan ke kampungnya mereka atau akan datang ambil di Bandara (Sultan Babullah Ternate)," ujarnya beralasan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026