Logo Header Antaranews Makassar

Kemensos bekali instrumen DTSEN bagi 390 peserta di Sidrap

Selasa, 7 April 2026 17:03 WIB
Image Print
Ratusan peserta mengikuti sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terbaru oleh Tim Pusdatin Kemensos RI di Sidrap, Selasa (7/04/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Sidrap

Makassar (ANTARA) - Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terbaru kepada 390 peserta di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Selasa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidrap Wahidah Alwi, di Makassar, Selasa, mengatakan tujuan utama sosialisasi tersebut untuk menyatukan persepsi dan pemahaman terkait DTSEN, mengoordinasikan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas data, serta memastikan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan teknis para operator dalam mengoperasikan instrumen DTSEN serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” ucapnya.

Giat yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap itu diikuti ratusan peserta terdiri dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BPS, Sekolah Rakyat, Tagana, Karang Taruna, hingga operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dari tingkat desa dan kelurahan.

Mereka mengikuti pembekalan teknis mengenai instrumen terbaru dalam pendataan kesejahteraan sosial tersebut.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sidrap Nurkanaah yang turut hadir pada kegiatan tersebut menegaskan kehadiran Tim Pusdatin Kemensos RI dinilai sangat krusial untuk memastikan aparatur di daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai akurasi data.

“Tema kita hari ini 'Data Tangguh, Kemiskinan Lumpuh’ bukan sekadar slogan. Data tangguh berarti data yang akurat, mutakhir, dan objektif. Dengan pendampingan dari Pusdatin, kita ingin intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujar Bupati Nurkanaah.

Ia juga memperingatkan dampak fatal dari kesalahan data. Menurutnya, ketidakteraturan data adalah pintu gerbang ketidakadilan, dimana warga yang membutuhkan justru luput dari bantuan.

“Jika data kita tidak akurat, maka kebijakan yang diambil juga akan keliru. Ini yang harus kita hentikan melalui sistem DTSEN yang terintegrasi,” ucapnya.

Bupati Nurkanaah secara khusus meminta para pemangku kepentingan dan pelaksana di lapangan untuk menjaga integritas dalam proses pendataan.

“Saya tegaskan, jangan ada lagi data titipan. Kualitas data dimulai dari kejujuran di tingkat desa dan kelurahan. Pastikan proses verifikasi dan validasi berjalan dengan baik melalui musyawarah desa maupun kelurahan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Kepada para operator SIKS-NG, Wabup Sidrap memberikan apresiasi tinggi sebagai ujung tombak pengolahan data pusat dan daerah. "Jari kalian menentukan nasib masyarakat miskin di Sidrap. Pelajari materi dengan sungguh-sungguh dan pahami regulasi terbaru agar data yang diinput sinkron dengan sistem pusat," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026