
Produk UMKM RB Selayar tembus pasar modern berkat TJSL PLN

Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berhasil membina dan meningkatkan produk UMKM menembus pasar modern melalui Rumah BUMN (RB) PLN di Kabupaten Selayar.
"Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, sejumlah UMKM binaan mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, sertifikasi, hingga bantuan alat produksi yang dapat mendorong peningkatan usaha UMKM," kata General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Sabtu.
Ia menyampaikan pihaknya mendukung pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas," ujarnya.
Salah satu usaha yang berhasil menembus pasar modern berkat pembinaan RB PLN di Selayar bernama To Riolo yang digawangi oleh Patta Nawang (45).
Produk terasi To Riolo memiliki daya tahan cukup lama, mampu tahan hingga satu tahun dan telah berhasil menembus pasar modern, tersedia di beberapa minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kota Makassar.
Usaha terasi udang ini bukan sekadar produk olahan laut, tetapi dinilai sebagai perjalanan tentang ketekunan dan komitmen kuat untuk terus berjuang di tengah kondisi yang terbatas.
Edyansyah menyebut di sinilah perah Rumah BUMN hadir sebagai fasilitator agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pasar yang lebih luas.
Edyansyah pun mengakui produk UMKM seperti terasi To Riolo ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal mampu bersaing.
"Dengan komitmen yang kuat untuk tetap mempertahankan kualitas di tengah keterbatasan yang ada, produk terasi To Riolo ini mampu bersaing dan bertahan, bahkan terus berkembang," tambahnya.
Melalui Rumah BUMN Selayar, Patta Nawang meyakini bahwa usaha ini bukan sekadar ladang penghasilan, tetapi juga tentang harapan yang terus berkembang dan bisa memberikan dampak.
“Menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar, saya merasa sangat terbantu. Saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, sampai akhirnya produk saya bisa masuk ke supermarket. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” urainya.
Kini, Patta Nawang mampu memproduksi terasi To Riolo setiap harinya paling sedikit 300 hingga 500 botol tergantung cuaca, dengan total produksi mencapai kurang lebih 12 ton per tahun.
Usaha yang awalnya hanya dikelola bersama istrinya kini telah memperkerjakan sebanyak tujuh orang yang berasal dari lingkungan sekitar. Omzet yang dihasilkan kini telah mencapai kurang lebih Rp70 juta per bulan.

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
