
Kisruh sepakbola Italia

Makassar (ANTARA) - Sepak bola Italia kembali diguncang krisis internal yang melibatkan legenda AC Milan, Paolo Maldini. Baru saja menjabat selama belasan hari sebagai bagian dari proyek restrukturisasi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Maldini memutuskan untuk mengundurkan diri.
Berikut adalah rangkuman polemik di balik mundurnya Paolo Maldini yang dirangkum dari berbagai sumber.
Paolo Maldini bersama rekannya, Leonardo (yang ditunjuk sebagai penasihat teknis), baru diumumkan memegang kendali untuk merestrukturisasi Timnas Italia. Proyek ini diharapkan bisa menjadi titik balik kebangkitan Gli Azzurri yang dinilai telah gagal setelah tak bisa ikut berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Namun, masa kerja mereka harus terhenti seketika hanya dalam kurun waktu sekitar 10 hingga 16 hari saja.
Kegagalan penunjukan Andrea Pirlo menjadi pemicu utama mundurnya Maldini adalah perbedaan pandangan dalam pemilihan pelatih baru Timnas Italia pengganti Gennaro Gattuso.
Setelah opsi mendatangkan pelatih top seperti Pep Guardiola menemui jalan buntu karena penolakan sang pelatih karena meminta bayaran tinggi, Maldini dan Leonardo menjatuhkan pilihan utama kepada Andrea Pirlo.
Kubu Maldini menilai Pirlo adalah figur yang tepat untuk memimpin proyek pembaharuan taktik dan identitas permainan Timnas Italia.
Namun, pencalonan Andrea Pirlo mendadak kandas dan mendapat penolakan keras dari internal federasi. Pirlo saat ini statusnya sebagai duta merek global (brand ambassador) untuk sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.
Berdasarkan regulasi dan hukum yang berlaku di Italia, promosi yang berkaitan dengan perjudian memicu persoalan etis serta hukum yang serius bagi seorang pelatih tim nasional.
Karena tidak mendapat lampu hijau dari Presiden FIGC Giovanni Malago terkait polemik tersebut, Pirlo akhirnya menyatakan mundur dari bursa calon pelatih Timnas Italia.
Merasa rencana dan wewenang teknisnya diintervensi serta tidak didukung penuh oleh federasi dalam menentukan pilihan pelatih, Maldini memilih langkah drastis. Hal ini mencerminkan prinsip yang sama seperti saat ia meninggalkan AC Milan pada 2023 silam—ia tidak ragu mundur seketika ketika ruang gerak dan visinya dibatasi. Bersamaan dengan Maldini, Leonardo juga ikut meletakkan jabatannya.
Keputusan mundurnya Maldini dan Leonardo meninggalkan lubang besar dan ketidakpastian bagi FIGC. Di tengah upaya memulihkan prestasi setelah terpuruk dan gagal lolos ke Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir, federasi kini kembali harus mencari direktur teknik sekaligus pelatih kepala baru dari titik nol.
Di balik runyamnya masalah internal, akhirnya Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai pelatih kepala baru Timnas Italia pada 28 Juli 2026. Setali tiga uang dengan penunjukan ini, federasi juga mengangkat Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik.
Kita nantikan kiprah duet Roberto Mancini dan Claudio Ranieri. Apakah bisa ikut piala dunia empat tahun lagi, atau hanya sekedar di level Eropa.
Pewarta : Antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
