
Din Syamsuddin terima penghargaan KPI

"Penghargaan kali ini kami sampaikan kepada Prof. Din Syamsuddin selaku Ketua MUI...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Din Syamsuddin terpilih sebagai tokoh penerima penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang akan diberikan pada puncak malam peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-82 pada Rabu (1/4) di Makassar.
"Penghargaan kali ini kami sampaikan kepada Prof. Din Syamsuddin selaku Ketua MUI karena beliau mendukung keberadaan penyiaran Ramadhan yang lebih baik," kata Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Fajar Arifianto di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPI di Makassar, Selasa.
Menurut Fajar, pada tahun 2014 pihaknya telah dapat menata dengan lebih baik tayangan pada Bulan Ramadhan yang terbukti dengan adanya program Ramadhan yang menarik dengan rating yang tinggi dan secara konteks juga bermutu.
"Misalnya program Hafidz Indonesia, Sinetron PPT (Para Pencari Tuhan), dan beberapa tayangan konteks Ramadhan yang lebih syar`i," terangnya.
Tayangan-tayangan tersebut, kata dia, memiliki nilai namun juga menghibur.
"Jadi bukan hanya sekedar tayangan ketawa-ketawa yang tidak bermakna," tambahnya.
Semua ini, lanjutnya tidak terlepas dari dukungan MUI, karena tiga bulan sebelumnya KPI telah memberi peringatan kepada lembaga penyiaran untuk mempersiapkan konten penyiarannya dengan baik.
"Pak Din kami beri penghargaan karena beliau juga mendorong agar semua elemen masyarakat berpartisipasi untuk terciptanya penyiaran yang lebih baik, sehat, dan bermanfaat," jelasnya.
Selain itu, KPI juga akan memberikan penghargaan kepada Pemprov Sulsel atas dukungannya terhadap terciptanya penyiaran yang sehat.
"Ini terbukti dari adanya Forum Masyarakat Peduli Penyiaran di 18 kabupaten/kota di Sulsel yang merupakan inisiasi dari gubernur," jelasnya.
Penghargaan juga akan diberikan kepada LSM Rumah Sinema dari Jogjakarta atas partisipasinya dalam mengedukasi masyarakat dalam bentuk literasi media.
Edukasi ini, kata dia, penting untuk menumbuhkan sikap selektif, kritis, dan hati-hati dalam masyarakat terhadap konten penyiaran. Agus Setiawan
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
