Logo Header Antaranews Makassar

Asap karhutla berisiko bagi janin

Kamis, 27 Agustus 2026 15:45 WIB
Image Print
Foto udara asap membumbung saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Rawasari, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (26/8/2026). Upaya pemadaman di lahan gambut yang terjadi sejak Selasa (25/8) sore dan telah menghanguskan 7 hektare lahan itu terus dimaksimalkan oleh tim gabungan dari TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Satpol PP, petugas kecamatan, dan warga. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz.

Jakarta (ANTARA) - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ibu hamil bisa mendatangkan risiko pada janin menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Budi Wiweko.

"Kebakaran hutan dan lahan itu asapnya kan berkaitan dengan polusi, sudah pasti tidak sehat. Untuk perempuan sehat saja tidak baik, apalagi untuk ibu hamil," kata Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi itu menyampaikan bahwa asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengandung zat kimia pengganggu endokrin (Endocrine-disrupting Chemicals/EDC), yang dapat mempengaruhi fungsi hormon di dalam tubuh.

EDC seperti dioksin, karbon monoksida, dan bisphenol A (BPA), menurut dia, bisa berbahaya bagi ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 12 minggu.
Bila sampai terhirup dan masuk ke dalam tubuh, ia melanjutkan, zat-zat kimia itu bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan pada alat reproduksi dan alat kelamin.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Paparan asap karhutla pada ibu hamil bisa datangkan risiko bagi janin



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026