
Asap karhutla berisiko bagi janin

Jakarta (ANTARA) - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ibu hamil bisa mendatangkan risiko pada janin menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Budi Wiweko.
"Kebakaran hutan dan lahan itu asapnya kan berkaitan dengan polusi, sudah pasti tidak sehat. Untuk perempuan sehat saja tidak baik, apalagi untuk ibu hamil," kata Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi itu menyampaikan bahwa asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengandung zat kimia pengganggu endokrin (Endocrine-disrupting Chemicals/EDC), yang dapat mempengaruhi fungsi hormon di dalam tubuh.
EDC seperti dioksin, karbon monoksida, dan bisphenol A (BPA), menurut dia, bisa berbahaya bagi ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 12 minggu.Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Paparan asap karhutla pada ibu hamil bisa datangkan risiko bagi janin
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
