
PJSI: Tiga atlet Sulsel ikuti PON 2016

"Ketiganya saat ini sudah menempati peringkat 4-5 besar nasional. Adapun persyaratan lolos PON yakni minimal peringkat 7-8 nasional," jelasnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sulawesi Selatan menyatakan tiga atlet terbaiknya telah lolos memperkuat Tim Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat pada tahun 2016.
Ketua Bidang Kepelatihan PJSI Sulsel Karya Juzaib di Makassar, Selasa, mengatakan ketiga atlet yang akan memperkuat Sulsel di PON 2016 itu, yakni Satriani (kelas 45kg putri), Aditya Wahyudi (kelas 60kg putra) serta Fanny Pie di kelas 78kg putri.
"Ketiganya saat ini sudah menempati peringkat 4-5 besar nasional. Adapun persyaratan lolos PON yakni minimal peringkat 7-8 nasional," jelasnya.
Keberhasilan ketiganya masuk peringkat tujuh besar dikarenakan pencapaiannnya di sejumlah kejuaraan seperti Kejurnas Makassar, 2014 serta kejuaraan judo Piala Kartika VIII di Yogyakarta, 20-23 April 2015.
Ketiganya pada dua ajang tersebut berhasil merebut medali perak dan perunggu yang membuat poinnya semakin bertambah.
Selain ketiga atlet tersebut, Sulsel juga masih berpeluang meloloskan sejumlah atlet tampil di PON seperti Yahya Lambe (peringkat 11) dan pasangan kata Rustam dan Risal yang saat ini menempati peringkat sembilan.
Untuk bisa lolos, para atlet tersebut masih akan diturunkan pada kejuaraan nasional Piala Kapolri 2015. Kejuaraan ini memang salah satu ajang untuk mendapatkan poin demi bisa tampil pada PON Jabar 2016.
"Kami akan memprioritaskan menurunkan atlet yang masih belum masuk posisi aman. Namun demikian, kita tetap berupaya memberangkatn tiga atlet meski sudah mendapatkan tiket PON," ujarnya.
Sementara itu, Pengprov PJSI Sulsel juga berencana menggelar try out ke luar negeri yakni Jepang sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat 2016. ada beberapa negara selain Jepang yang menjadi target try out seperti Thailand, Mongolia serta Korea Selatan.
"Dari empat negara yang masuk daftar, saya pribadi mengharapkan bisa ke Jepang. Namun untuk persoalan ini masih kami diskusikan secara matang dengan seluruh pengurus PJSI Sulsel," katanya.
Khusus pilihannya ke Jepang, kata dia, karena pembinaan atlet judo di negara itu memang mengalami perkembangan yang menyakinkan. Banyaknya atlet Jepang yang berpotensi itu tentu cocok menjadi lawan tanding demi memaksimalkan dan meningkatkan mental atlet Sulsel.
Adapun untuk anggaran, pelatih Sulsel ini tentunya berharap bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel. Pihaknya berharap bisa mendapatkan dana karena ini upaya meraih prestasi di PON 2016.
Selain itu, pihaknya juga mengaku tidak akan mengirimkan banyak atlet sebagai efisiensi anggaran. Hanya dua sampai tiga atlet yang diharapkan bisa mengikuti try out tersebut.
Dirinya juga memahami soal anggaran yang akan digunakan jika pada akhrnya bisa mengelar pemusatan latihan karena memiliki pengalaman membawa atlet berlatih di luar negeri. Farochah
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
