23 Tukik dilepas di hari penyu se-dunia

id hari penyu sedunia, tukik, pangkep

"Mari kita jaga lingkungan, jaga laut kita demi anak cucu serta kelangsungan hidup penyu...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Polres Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan bersama tim akademisi Universitas Hasanuddin, Pemerintah Daerah dan pemerhati lingkungan melepas 23 tukik serta penyu ke laut dalam rangka memperingati Hari Penyu se-Dunia.

"Mari kita jaga lingkungan, jaga laut kita demi anak cucu serta kelangsungan hidup penyu dan biota laut lainnya. Saya hanya berpesan, jaga lautmu atau hancur," tegas Kapolres Pangkep AKBP Moh Hidayat SIK saat melepaskan tukik ke laut, Sabtu.

Pelepasan 23 tukik dan satu ekor penyu itu dilakukan di Pulau Cambang-Cambang dan Pulau Cangke Kabupaten Pangkep. Hidayat mengatakan, tukik yang nantinya akan berukuran besar merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi Undang Undang.

Karenanya, dia meminta kepada semua warga Indonesia, khususnya di Sulsel agar bisa menjaga laut beserta hewan dan biota laut lainnya. Perusakan lingkungan mempunyai dampak yang sangat besar terlebih berpotensi menimbulkan bencana alam.

"Mari berpartisipasi dalam menjaga laut dan biotanya. Undang-undang sudah diatur untuk melindungi itu semua dan mari kita mematuhinya. Kita juga punya rangkaian acara lainnya yakni sebuah penandatanganan `declaration of stop destructive fishing` di Pulau Camba-Cambang," kata Hidayat.

Kapolres menyatakan, pelepasan satu ekor penyu dilakukan setelah sebelumnya direhabilitasi karena sakit saat terkena jaring di Pulau Camba-Cambang oleh nelayan.

Mengenai jumlah tukik yang dilepaskan yakni sebanyak 23 ekor, Hidayat mengakui itu sesuai dengan jumlah tanggal peringatan Hari Penyu se-Dunia yakni pada 23 Mei 2015.

Pada acara "Declaration of Stop Destructive Fishing" di Pulau Camba-cambang, diharapkan menjadi langkah awal yang ditempuh jajaran Polres Pangkajene dan Kepulauan dalam memperoleh legitimasi dari semua pihak setelah 30 hari melaksanakan pola persuasif, edukatif atas kebiasaan buruk nelayan yang tidak ramah lingkungan.

Hidayat melanjutkan, selain pelepasan penyu dan tukik, juga ada kegiatan sosial lainnya di antaranya penyerahan bantuan kepada Penjaga Pulau dan Perairan Cangke yang bernama Daeng Abu.

Daeng Abu merupakan seorang penyandang tunanetra dan menderita penyakit kusta. Ia hidup bersama dengan istrinya yang juga mengalami nasib sama.

"Pemberian bantuan itu dilakukan usai pelepasan penyu dan tukik," ucap Hidayat yang juga telah sukses mengubah perilaku masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar dan menetapkan salah satu pulau sebagai Kampung Penyu.

Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid mengajak seluruh lapisan masyarakat dan partisipan lain turut andil pada peringatan tersebut agar dapat memahami bagaimana pentingnya menjaga satwa laut dengan baik tidak sebaliknya. Apalagi penyu merupakan satwa langka dan terancam akan punah.

"Alat transportasi 17 kapal penyeberangan telah kami sediakan sebelumnya untuk mengangkut seluruh teman-teman dan masyarakat yang ingin ikut dalam peringatan Hari Penyu se-Dunia ini," ucapnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar