Logo Header Antaranews Makassar

Sistem pemerintahan harus terbuka

Senin, 8 Juni 2015 06:15 WIB
Image Print
Balon Bupati Gowa Yusuf Sommeng (dua kanan) memaparkan potensi pangan di Gowa didampingi Dr Elkawakib Syam'un (kanan) dan Dr Arif Wicaksono saat diskusi di Makassar, Minggu.(ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Daerah yang baik harus memiliki konsep terbuka dari semua hal. Sehingga, komunikasi menjadi inti...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bakal Calon Bupati Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Yusuf Sommeng mengemukaan sistem pemerintahan harus terbuka dari semua hal untuk diakses ke publik.

"Daerah yang baik harus memiliki konsep terbuka dari semua hal. Sehingga, komunikasi menjadi inti dari semua penyelesaian masalah. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Gowa ke depan harus menciptakan sistem pemerintahan yang terbuka," ujarnya di Makassar, Minggu.

Dalam diskusi politik pilkada Gowa dengan mengangkat tema `Mampukah Birokrat Retas Masalah Pertanian dan Ketenagakerjaan di Tanah Bersejarah Gowa`, kata Yusuf semua unsur harus melibatkan semua pihak, termasuk membawa investor masuk ke daerah.

Ia menyebutkan, tidak ada daerah ataupun kabupaten maupun kota yang berdiri sendiri tanpa dorongan dan bantuan dari berbagi pihak dari luar. Sehingga setiap daerah harus membuka potensi untuk memajukan daerahnya seperti halnya di bidang pertanian.

"Seperti Kabupaten Gowa, Takalar, dan Makassar tentu punya keterkaitan dan akan saling menopang dari berbagai hal salah satunya pertanian. Ini bisa terwujud apabila kita menggunakan sistem komunikasi pemeritahan yang terbuka," ulasnya.

Menurut dia sebagai Bakal Calon Bupati, dirinya akan terus belajar dan melihat hal dapat dikembangkan di Kabupaten Gowa guna mensejahterahkan masyarakat dalam bidang pertanian.

"Saya akan terus berupaya dan melakukan sejumlah terobosan baru untuk menciptakan hal yang bermanfaat bagi masyarakat di sana," katanya.

Kepala Inspektorat Sulsel ini, saat ditanyakan apakah ada keraguan untuk maju mengingat sejumlah rival beratnya ikut ambil bagian pilkada Gowa, kata dia menegaskan. tidak akan ragu dalam pertarungan pilkada sekiranya dirinya nanti ditetapkan sebagai calon di KPU setempat.

"Saya tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk maju. Sejak meniti karir dalam pemerintahan itu tidak didapatkan secara instan, semua dimulai dari bawah, bukan langsung menjadi pejabat," ujar mantan Kepala Persda ini.

Sementara pengamat politik Universitas Bosowa 45 Dr Arief Wicaksono pada diskusi tersebut mengemukakan figur atau Bakal Calon Bupati dari kalangan birokrat saat ini mendapat ruang yang paling terbuka, bahkan dilirik oleh masyarakat.

"Balon bupati dari figur lain, khususnya dari politisi tidak lagi mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Hal ini berdasarkan sejumlah pengalaman yang dilihat masyarakat sebagai pemilih saat menjalankan roda pemerintahan yang dipimpin oleh politisi," ungkapnya.

Arief menambahkan bermodalkan pengalaman yang cukup di pemerintahan sebagai birokrat senior tentunya akan memberikannya peluang untuk mendapatkan amanah masyarakat sebagai pemilihnya.

Dalam diskusi tersbut hadir pula Pakar Pertanian Unhas Prof Dr Elkawakib Syam`un yang juga memberikan masukan terkait solusi pertanian guna memberikan pemahaman terhadap para petani.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026