Logo Header Antaranews Makassar

Perusda terminal jamin armada aman jelang mudik

Rabu, 24 Juni 2015 05:15 WIB
Image Print
"Kita akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga yang menggunakan jasa angkutan umum...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Perusahaan Daerah Terminal Kota Makassar memberikan jaminan armada untuk mengangkut pemudik akan tetap tersedia bahkan telah diantisipasi pada lonjakan penumpang tahun ini.

"Kita akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga yang menggunakan jasa angkutan umum untuk pulang kampung jelang lebaran," kata Direktur Utama Perusda Terminal Hakim Syahrani di Makassar, Selasa.

Bentuk dukungan dari Perusda Terminal itu sendiri yakni dengan menyiapkan sarana terminal yang nyaman seperti ruang tunggu serta fasilitas umum lainnya.

Perusda Terminal juga sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik Dinas Perhubungan, aparat Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja serta Dinas Kesehatan.

"Kita sudah bentuk tim untuk mengatasi semua kebutuhan awal Ramadhan sampai jelang Lebaran. Untuk persiapan di dalam terminal tidak ada kendala," katanya.

Menurut dia, khusus untuk mengantisipasi jelang lebaran sudah dikoordinasikan dengan pihak perusahaan otobus (PO) dan Dinas Perhubungan. Khususnya antisipasi lonjakan penumpang jelang lebaran.

"Penyediaan armada angkutan daerah mencukupi. Namun kita telah persiapkan bila dalam keadaan darurat terjadi lonjakan. Lonjakan penumpang saat arus mudik pada saat H-5 Lebaran hingga puncaknya H-3. Begitupun saat arus balik," sebutnya.

Lanjut dia, persiapann lainnya yang lebih utama perhatian keselamatan penumpang. Dengan melakukan kerja sama dengan Dishub untuk pengujian kendaraan layak atau tidaknya beroperasi.

"Ini yang mesti difokuskan sebab terkait keselamatan penumpang. Pelayanan juga dilakukan terhadap kesehatan penumpang dan sopirnya melalui peran Dinas Kesehatan. Kita sudah siapkan posko kesehatan di terminal. Selain itu layanan seperti bagi penumpang yang sedang hamil, fasilitas kebersihan dan toilet umum yang bersih," terangnya.

Saat ini, lanjutnya, arus penumpang masih dalam batas normal. Dia mengharapkan masyarakat tetap memanfaatkan terminal sesuai fungsinya dan menindak sopir plat hitam yang beroperasi di luar terminal.

"Sampai saat ini tidak ada kendala yang dihadapi penumpang. Semua pihak terkait mendukung kelancaran aktivitas di terminal. Mulai dari pihak karyawan, pihak Dishub, kepolisian, sopir dan pedagang. Semua yang dibutuhkan penumpang ada di terminal," tuturnya.

Dia juga menambahkan dengan adanya upaya pengelolaan terminal saat ini memberikan konstribusi pendapatan yang baik. Hal itu dapat dilihat dari perolehan target pendapatan.

"Mulai awal tahun ini, pendapatan di terminal meningkat. Rata-rata pendapatan yang diperoleh setiap bulan mencapai Rp10 juat hingga Rp12 juta. Itu pendapatan dari berbagai jenis. Meningkatnya pendapatan ini juga tidak lepas dari peran penumpang yang kesadarannya semakin membaik. Penumpang kini lebih memilih naik dan turun di terminal sesuai fungsi terminal. Jadi tidak betul kalau dikatakan terminal sepi," sebutnya.

Sementara salah satu penumpang, asal Kabupaten Enrekang Ansar mengatakan, dirinya lebih memilih masuk ke terminal ketimbang naik angkutan di pinggir jalan.

"Saya selalu memanfaatkan jasa angkutan daerah naik di dalam terminal. Lebih aman dan fasilitas di terminal juga sudah baik," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026