
Pemkot Makassar dan Kemenhub rakor percepatan revitalisasi Terminal Daya

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar rapat koordinasi dalam percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Rabu, mengatakan kolaborasi dua lembaga pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan proses pengalihan aset sebagai fondasi utama pembenahan terminal terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut.
"Revitalisasi Terminal Daya tidak hanya diproyeksikan sebagai pembaruan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai upaya strategis menjadikan terminal ini simpul transportasi regional yang modern, terintegrasi, dan mampu mendukung mobilitas penumpang maupun angkutan logistik," ujarnya.
Ia menilai langkah itu penting bagi Makassar sebagai kota dagang dan jasa yang membutuhkan sistem transportasi publik yang tertata dan berdaya saing.
Menurut dia, sinergi lintas pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar proses pengalihan dan penataan kawasan Terminal Daya dapat berjalan tuntas, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Pentingnya percepatan proses pengalihan aset sebagai kunci utama revitalisasi Terminal Daya agar dapat berfungsi optimal sebagai terminal regional dan simpul transportasi publik yang terintegrasi," katanya.
Ia menjelaskan saat ini proses penyerahan aset dari Perumda Terminal ke Pemerintah Kota Makassar masih dalam proses audit guna memastikan status lahan dan administrasi, sebelum nantinya diserahkan ke Kementerian Perhubungan.
"Proses pengalihan ini menjadi inti dari semua persoalan yang akan kita selesaikan di tempat ini. Kami ingin memastikan pada saat peralihan tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal, aset harus clear and clean," katanya.
Munafri menambahkan secara regulasi aset Terminal Daya sebelumnya telah diserahkan kepada Perumda Terminal melalui peraturan daerah (perda), sehingga proses pengambil alihan kembali juga harus melalui mekanisme perda.
Kawasan Terminal Daya, lanjutnya, direncanakan menjadi terminal terintegrasi dengan pelayanan antara kota antara provinsi (AKAP) dan infrastruktur yang lebih modern.
Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar, ia juga berkomitmen akan menyiapkan terminal tipe C sebagai simpul angkutan kota.
Ia menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.
Ia mengatakan Makassar sebagai kota dagang dan jasa membutuhkan pelayanan mobilisasi lalu lintas yang signifikan.
Untuk itu, ia berharap, revitalisasi terminal yang terintegrasi dapat mendukung kebutuhan masyarakat di sektor logistik dan komersial.
"Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
