
Bantaeng Persiapkan Desa Mandiri Pangan

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, kini mempersiapkan desa mandiri pangan.
Desa yang dipersiapkan itu meliputi Desa Papan Loe di Kecamatan Pa'jukukang dan Desa Layoa di Kecamatan Gantarang Keke, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Suharini Harsoyo pada Pelatihan Penyuluh Pendamping dan Pengurus Gapoktan bagi Penerima PUAP, di Bantaeng, Selasa.
Kedua desa itu kini dialokasi dana untuk afinitas dengan jumlah Rp100 juta/desa/kelompok yang penyalurannya melalui rekening kelompok afinitas pada bank unit BRI terdekat.
Ini dimaksudkan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Desa Mandiri Pangan tersebut akan diawali dari desa miskin dengan tingkat kemiskinan di atas 30 persen, ujarnya.
Pelatihan yang diikuti 87 peserta (29 penyuluh) itu berlangsung hingga 15 Agustus 2009 dan dibagi dua angkatan.
Menurut Suharini Harsoyo, pembangunan wilayah pedesaan sangat penting mengingat pedesaan merupakan penyedia bahan pangan untuk penduduk serta penyedia tenaga kerja untuk pembangunan dan penyedia bahan baku untuk industri serta penghasil komoditi untuk bahan pangan dan ekspor.
Selain program aksi Desa Mandiri Pangan, juga dilakukan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengembangan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman yang berbasis pada sumber daya lokal.
Program ini, tambah Suharini dilaksanakan di SD Negeri 51 Gangang Baku, Desa Layoa, Kecamatan Gantarang Keke dengan jumlah murid 200 orang melalui pemberian makanan sebanyak 30 kali oleh Kepala Sekolah bekerjasama komite sekolah.
Ini merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan guru, komite sekolah, PKK, Posyandu, Bidan Desa dan Penyuluh Pertanian di bawah bimbingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Khusus Progam Usaha Agribis Pedesaan (PUAP), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, merupakan salah satu kegiatan peningkatan pendapatan petani melalui penguatan modal usaha kelompok yang dibiayai APBN.
Untuk tahun 2008, jelasnya lagi, tercatat 31 kelompok (Gapoktan) yang tersebar pada 31 desa/kelurahan pada delapan kecamatan. Masing-masing kelompok memperoleh Rp100 juta sehingga totalnya mencapai Rp3,1 miliar.
Sedangkan untuk tahun 2009, jumlah kelompok tani yang akan mendapat dana dari APBN masing-masing Rp100 juta sebanyak 29 kelompok dari 29 desa/kelurahan di daerah ini. Untuk penyaluran dana yang berjumlah total Rp2,9 miliar tersebut, tambah Suharini, dilakukan melalui rekening kelompok tani.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
