Logo Header Antaranews Makassar

Sidrap Kekurangan 11.380 Ton Pupuk Urea

Jumat, 14 Agustus 2009 00:07 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menghadapi musim tanam (MT) 2009 - 2010, sentra produksi padi kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, kekurangan pupuk urea sebanyak 11.380 ton dari kebutuhan 32.380 ton untuk dua kali MT periode tersebut.

"Untuk dua MT, Sidrap mendapat jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah sebanyak 21.000 ton sementara untuk mengoptimalkan areal pertanaman padi seluas kurang lebih 75.000 ha dibutuhkan sekitar 33.000 ton pupuk urea," kata Bupati Sidrap, Rusdi Masse di Makassar, Jumat.

Guna mengatasi kekurangan tersebut, sekaligus lahan sawah tetap berproduksi, kelompok tani yang sawahnya masih membutuhkan penyubur benih padi terpaksa membeli dengan harga antara RP70.000 - RP90.000/zak atau di atas harga pemerintah RP65.000/zak dengan berat 25 kilogram.

Karena itu, lanjutnya, petani Sidrap meminta agar pemerintah Pusat melalui Dirjen Tanaman Pangan Deptan mengalokasikan pupuk urea sesuai kebutuhan kelompok tani untuk dua kali MT sebanyak 32.380 ton sehingga tidak ada lagi kekurangan pupuk di daerah ini.

Menyangkut jaringan irigasi di daerahnya, ujarnya, masih perlu dibangun irigasi tehnis untuk mengairi sawah tadah hujan seluas 3.000 ha, terutama di desa Alekarajae kecamatan Watangpulu yang hanya mengandalkan hujan setiap tanam padi.

"Tahun ini kami akan bangun jaringan irigasi di desa tersebut melalui dana APBD pemerintah setempat sebesar Rp18 miliar, untuk menjadikan desa ini panen dua kali dalam setahun," katanya seraya menambahkan, daerah lumbung pangan nasional tahun ini memproduksi 450.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 250 ribu ton beras.

Dari produksi beras sebanyak itu, Sidrap mengalami surplus beras 150.000 ton atau 9,5 persen kontribusinya terhadap surplus beras Sulsel 2,1 juta ton.
(T.PSO-099/F003)